Main Menu

Jelang 2 Tahun Berjalan, Fasilitas KITE IKM Bea Cukai Berdampak Ekonomi Positif

Aries Kelana
11-10-2018 17:04

Fasilitas KITE IKM. (Dok. Bea Cukai/awy)

Jakarta, Gatra.com - Sejak digulirkan di awal tahun 2017 fasilitas Kemudahan Impor Tujuan Ekspor untuk Industri Kecil dan Menengah (KITE IKM) telah banyak dimanfaatkan oleh para pelaku usaha dalam negeri. Hingga akhir September 2018, tercatat 60 pengguna fasilitas tersebut yang terdiri dari 46 perusahaan skala menengah, dan 14 perusahaan skala kecil.

 

Plt (Pelaksana Tugas) Direktur Kepabeanan Internasional dan Antar Lembaga Bea Cukai, Ambang Priyonggo mengungkapkan sejak mulai diluncurkan fasilitas ini, berbagai dampak ekonomi positif telah dirasakan.

Nilai investasi dari penggunaan fasilitas ini telah mencapai Rp157,1 miliar, rasio ekspor impor juga mencapai 3,06 kal,i di mana nilai devisa impor penggunaan fasilitas ini telah mencapai USD$3.589.949. Sedangkan, nilai devisa ekspor mencapai US$ 11.014.265.

"Tidak hanya itu, fasilitas KITE IKM juga berdampak terhadap penyerapan 8.393 tenaga kerja,” ujar Ambang.

Dari total IKM saat ini, jumlah IKM yang telah melakukan impor sebanyak 32 IKM, atau 53 % dari total IKM. Sementara, IKM yang telah melakukan impor maupun ekspor sebanyak 25 IKM atau 42 % dari total IKM. Sebaran IKM tersebut didominasi IKM asal Jawa Tengah dan Bali dengan mayoritas bidang produksi berupa barang kerajinan dan furniture.

Ambang menjelaskan bahwa banyak sekali benefit yang akan didapat dari pemanfaatan fasilitas KITE IKM. Sebelum adanya fasilitas KITE IKM, para pengusaha IKM harus melakukan importasi bahan baku sendiri dan membayar bea masuk dan pajak impor sesuai ketentuan yang berlaku. Akibatnya, banyak di antara IKM yang tidak dapat mengimpor bahan baku sendiri dikarenakan ketidaktahuan cara melakukan impor sendiri, sehingga bahan baku impor yang diperoleh IKM berasal dari distributor dengan harga yang berlipat.

Begitu pun dengan ekspor, selama ini banyak IKM yang tidak mampu mengekspor sendiri produknya, sehingga penjualan ke luar negeri dilakukan melalui distributor atau pihak lain yang mempunyai akses ke pasar internasional. Harga jual sebenarnya yang dibayarkan oleh buyer di luar negeri tentu tidak dapat dinikmati sepenuhnya oleh IKM karena distributor atau pihak lain yang menjadi penentu harga.

Namun, dengan adanya fasilitas KITE IKM ini, para pengusaha IKM dapat mengimpor barang bahan, barang contoh, mesin secara langsung atau melalui Konsorsium. Selain itu juga, IKM  dapat mengekspor sendiri hasil produksinya dengan dibukanya akses pasar ekspor melalui fasilitas Pusat Logistik Berikat.

Dengan adanya fasilitas KITE IKM, diharapkan akan ada penurunan biaya produksi sebesar 20% sampai dengan 25% bagi IKM. Sehingga dapat mengefisiensi biaya produksi yang dapat berakibat pada peningkatan pendapatan/penghasilan IKM, peningkatan daya saing untuk produk ekspor, peningkatan penyerapan tenaga kerja, peningkatan devisa ekspor, dan peningkatan penerimaan perpajakan dari IKM, serta multiplier effect ekonomi lainnya.


 

Aries Kelana
11-10-2018 17:04