Main Menu

Negara Harus Punya Cadangan Pangan Yang Kuat

Fatma
22-03-2018 09:27

Jakarta, Gatra.com - Dalam membangun Ketahanan Pangan yang kuat, dan agar perwujudan kedaulatan pangan bisa tercapai, salah satu yang sangat penting adalah membangun cadangan pangan yang kuat.

"Kita harus punya cadangan pangan yang kuat, sehingga jika ada masalah pangan kita bisa melakukan intervensi. Misalnya untuk stabilitasi harga dan membantu masalah pangan lainnya," kata Agung Hendriadi, Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementerian dalam diskusi Publik "Forum Monitor" yang diselenggarakan Media Online Monitor di Jakarta, Rabu (21 Maret 2018).

Menurut Agung, untuk memperkokoh cadangan pangan pemerintah, gudang-gudang bulog harus segera diisi, karena bulog mendapat tugas dari pemerintah untuk menjaga stok pangan dan menstabilkan harga pangan.

"Kami melakukan serab gabah petani ke daerah-daerah dengan tujuan  mengisi cadangan pangan pemerintah, dalam hal ini gudang-gudang yang dikelola bulog, sehingga ketahanan pangan kita kuat," tutur Agung.

"Kalau cadangan beras kita lemah, kita sulit melakukan intervensi pasar, manakala harga beras dikuasai pedagang. Maupun kalau ada bencana dan lainnya. Karena itu, kita lakukan serab gabah sebanyak-banyaknya, mumpung saat ini sedang panen raya," tambahnya.

Anggota komisi IV DPR Fadholi mengatakan, dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional perlu melihat dari sektor hulu, diantaranya, dalam menyediakan infrastruktur bagi peningkatan produktifitas para petani.

"Petani tidak bisa berproduksi baik bila infrastruktur tidak disediakan dengan maksimal, dan berapa persen infrastruktur yang sudah tersedia. Salah satunya persoalan irigasi hingga persoalan keberadaan sumber air," tegas Fadloli.

Menurut Karyawan Gunarso, Direktur OPP Bulog, pihaknya memegang konsep tiga pilar dalam mengimplementasikan tugas yang diamanatkan pemerintah sebagai pengendali harga dan pengendali distribusi. 

"Pilar pertama Ketersediaan, kedua Keterjangkauan, dan ketiga Stabilitas. Ketiganya harus terintegrasi dengan baik," jelasnya.

"Begitu ketersediaan tidak terpenuhi atau pengadaannya tidak merata, maka ketahanan pangan tidak tercapai," tambah Karyawan Gunarso.

Menurut Pemimpin Umum Monitor Syukron Jalal, diskusi publik bertema "Komitmen dan Tantangan Ketahanan Pangan Nasional" yang dihadiri sejumlah media dilakukan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat, khususnya tentang pembangunan ketahanan pangan melalui media massa.

Fatma
22-03-2018 09:27