Main Menu

Jokowi Resmikan Megaproyek Pertamina Terintegrasi

Tian Arief
02-08-2015 22:46

Luwuk, GATRAnews - Presiden Joko Widodo (Jokowi), di Desa Uso, Kecamatan Batui, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, Minggu (2/8), meresmikan megaproyek Pertamina Terintegrasi. Proyek ini dimulai dari hulu hingga hilir minyak dan gas bumi (migas), dengan total investasi 5,8 miliar dolar AS.

"Dengan beroperasinya terminal Donggi Senoro ini, saya berharap dapat memenuhi kebutuhan gas di Sulawesi dan Indonesia bagian timur," kata Jokowi, saat meresmikan kilang gas alam cair Donggi Senoro, di Banggai Sulawesi Tengah, Minggu.

"Ini adalah bukti komitmen pemerintah untuk terus membangun kedaulatan energi," kata Jokowi dalam sambutannya. Jokowi menjabarkan, bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia sekian tahun ini selalu bertumpu pada konsumsi domestik.

Kondisi ini harus dibalikkan menjadi bertumpu pada produksi. Sebagai negara yang sangat besar dengan kekayaan alam dengan bahan mentah yang macamnya banyak sekali, maka sudah sewajarnya aspek inilah yang digenjot nilai produksinya.

Salah satu caranya tentu dengan hilirisasi. Reindustrialisasi besar-besaran. "Bahan mentah dengan segala turunannya harus diolah di Indonesia. Sehingga akan menciptakan nilai tambah yang besar, menciptakan lapangan kerja," ujar Jokowi.

Dimana hitung-hitungannya menunjukkan bahwa bahan mentah yang diolah bisa memberikan nilai tambah hingga 70 kali lipat. Atas nama hilirisasi tersebutlah maka Jokowi merealisasikan Mega Proyek Pertamina Terintegrasi ini.

Dalam sambutannya, presiden meminta megaproyek ini betul-betul dikawal agar hanya di atas kertas saja yang terintegrasi namun di lapangannya tidak. "Terintegrasi bukan hanya di kertas tapi di lapangan, dari hulu ke hilir dari produsen gas ke pengguna gas, baik itu petrokimia, pembangkit listrik, LNG," kata presiden.

Jokowi juga meminta semua pihak agar mencari hambatan-hambatan proses integrasi ini. "Kalau hambatannya kecil selesaikan sendiri, jika besar dan perlu back up dari presiden agar disampaikan pada saya," kata Jokowi.

Megaproyek Terintegrasi Pertamina ini adalah proyek yang terintegrasi antara hulu dan hilir industri gas.

Proyek yang diresmikan adalah Central PROCESSING plant yang dikelola Pertamina-Medco Tomori Sulawesi dengan investasi 1,2 miliar dolar AS, Blok Senoro-Toili, Blok Matindok yang dikelola Pertamina dengan investasi 0,8 miliar dolar, Kilang Gas Alam Cair yang merupakan "joint venture" antara PT Pertamina (persero) melalui Pertamina Hulu Energi, Medco Energi, Mitsubishi Corporation dan Korea Gas Corporation dengan investasi 2,8 miliar dolar AS dan Pabrik Amoniak yang dikelola PT Panca Amara Utama dengan total investasi 0,8 miliar dolar AS.

Secara keseluruhan, ada tiga hal yang diresmikan Presiden. Pertama, pengapalan perdana kargo liquefied natural gas (LNG) produksi PT Donggi-Senoro LNG. Menggunakan kapal LNG Maleo, lima hari mendatang LNG ini akan tiba di Arun, Provinsi Aceh.

Kedua, pengoperasian lapangan gas GG Pertamina Hulu Energi (PHE) Offshore North West Java. Sebelumnya presiden sudah menandatangani pembukaan anjungan lepas pantai tanpa awak yang berlokasi di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat tersebut.

Ketiga, groundbreaking Pabrik Amonia PT Panca Amara Utama. Pabrik yang juga berlokasi di Kabupaten Banggai tersebut, dibangun di lahan seluas 192 hektar dengan nilai investasi US$ 830 juta.

Pabrik ini memanfaatkan gas bumi sebagai bahan baku amonia. Menteri ESDM Sudirman Said menyampaikan apresiasinya kepada presiden. "Terimakasih kepada presiden karena dalam lima bulan terakhir, presiden selalu datang di launching proyek energi," katanya.


Reporter: FLY
Editor: Tian Arief, Nhi {jcomments on}

Tian Arief
02-08-2015 22:46