Main Menu

Jokowi Resmikan Pabrik Pupuk Terbesar di Asia Tenggara

Januar
20-11-2015 10:28

Presiden Joko Widodo meresmikan Pabrik V Pupuk Kaltim di Bontang, Kaltim (ANTARA/Wahyu Putro)

Jakarta, GATRAnews - Pada hari kedua kunjungan kerjanya ke Kalimantan Timur (Kaltim), Presiden Joko Widodo (Jokowi) didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo meresmikan Pabrik V PT. Pupuk Kalimantan Timur di Lapangan Kantor Pusat PT Pupuk Kaltim, Kota Bontang, Kamis (19/11). Pabrik yang berada di bawah Pupuk Indonesia Holding Company ini memiliki kapasitas terbesar di Asia Tenggara, yaitu 1 juta ton urea dan 825 ribu ton amoniak.

 

 

Keberadaan pabrik pupuk tersebut, menurut Jokowi, mempunyai peran sangat penting dalam pencapaian swasembada dan kemandirian pangan. “Keyakinan ini harus didukung oleh suplai pupuk yang cukup,” katanya dalam keterangan pers Sekretariat Kabinet, Jumat (20/11).

 

Selain Pabrik V Pupuk Kaltim, di tempat yang sama juga diresmikan proyek revamping Asam Fosfat II PT Petrokimia Gresik. Pabrik yang berlokasi di Gresik, Jawa Timur ini dapat menghasilkan 200 ribu ton asam fosfat dan 600 ribu ton asam sulfat.

 

Presiden menyampaikan, dengan adanya pabrik asam fosfat ini diharapkan dapat  menjamin suplai bahan baku NPK untuk kebutuhan pertanian di Indonesia. “Tadi disampaikan oleh Dirut Pupuk Kaltim, bisa menghemat biaya bahan baku NPK sampai US$ 20 juta per tahun,” ujar Jokowi.

 

Jokowi juga menyampaikan bahwa kebutuhan pupuk urea dan pupuk fosfat yang tahun lalu mencapai 6,7 juta ton untuk urea dan 400 ton untuk fosfat, akan terus meningkat sejalan dengan program perluasan atau ekstensifikasi lahan pangan. Perluasan lahan pertanian tersebut diharapkan dapat memenuhi kebutuhan pangan di berbagai daerah di Indonesia terutama wilayah kawasan Indonesia bagian tengah dan bagian timur.

 

“Selain kita bisa memenuhi kebutuhan pangan sendiri, saya meyakini dalam 3-4 tahun ini kita akan bisa mengekspor bahan-bahan pangan ke luar,” kata Jokowi.

 

Turut mendampingi Presiden Jokowi saat peresmian, Menteri BUMN Rini Soemarno, Menteri PPN/Kepala Bappenas Sofyan Djalil, Menteri Perindustrian Saleh Husin, Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung, Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki, Wakil Gubernur Kalimantan Timur Mukmin Faisyal, Walikota Bontang Adi Darma, Direktur Utama PT Pupuk Indonesia (Persero) Arifin Tasrif, Direktur Utama PT Pupuk Kaltim Aas Asikin Idat, dan Direktur Utama PT Petrokimia Gresik Hidayat Nyakman. 


Reporter: Januar Rizki

Editor: Dani Hamdani 

Januar
20-11-2015 10:28