Main Menu

Jokowi Kembali Dorong BUMN Bentuk Holding

Januar
20-11-2015 10:30

Presiden Joko Widodo meresmikan Pabrik V Pupuk Kaltim di Bontang, Kaltim (ANTARA/Wahyu Putro)

Jakarta, GATRAnews - Presiden Joko Widodo (Jokowi)  mendorong Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sejenis untuk bersinergi dan membentuk holding untuk meningkatkan efisiensi dalam setiap aksi korporasi. Menurutnya, penyatuan BUMN dapat meningkatkan daya saing.

 

 Jokowi mengapresiasi pembentukan holding company di bawah PT Pupuk Indonesia yang dapat meningkatkan kinerja korporasi pabrik-pabrik pupuk. “BUMN kita kalau mau bersinergi atau belum holding sudah membangun virtual holding, saya meyakini banyak efisiensi yang bisa dilakukan,” ujar Jokowi dalam sambutannya pada peresmian Pabrik Pupuk V PT. Pupuk Kalimantan Timur dan Pabrik Asam Fosfat II PT Pertokimia Gresik, di Bontang, Kaltim, Kamis (19/11).

 

Sebagai contoh, Jokowi telah memerintahkan BUMN yang bergerak di bidang perbankan, yang saat ini mempunyai Anjungan Tunai Mandiri (ATM) sendiri-sendiri, untuk membangun sistem yang terintegrasi. “Bisa efisien, saya dilapori kemaren (bisa efisien) Rp 30 triliun,” kata Jokowi dalam keterangan persnya.

 

Namun, ia mengingatkan, agar pembentukan perusahaan holding tersebut harus dilakukan dengan kalkulasi yang tepat.  “Harus ada perhitungannya, yang paling penting itu,” kata Jokowi.

 

Turut mendampingi Presiden Jokowi dalam acara tersebut antara lain, Menteri BUMN Rini Soemarno, Menteri PPN/Kepala Bappenas Sofyan Djalil, Menteri Perindustrian Saleh Husin, Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung, Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki, Wakil Gubernur Kalimantan Timur Mukmin Faisyal, Walikota Bontang Adi Darma, Direktur Utama PT Pupuk Indonesia (Persero) Arifin Tasrif, Direktur Utama PT Pupuk Kaltim Aas Asikin Idat, dan Direktur Utama PT Petrokimia Gresik Hidayat Nyakman. 


Reporter: Januar Rizki

Editor: Dani Hamdani 

Januar
20-11-2015 10:30