Main Menu

Jelang MEA, Telkom Gencar Edukasi UKM Goes Digital

Putri
21-12-2015 16:29

(Kiri-Kanan) Pemerhati Teknologi Informasi dan Komunikasi Iwan Koswadhi bersama dengan Direktur Enterprise & Business Service Telkom Muhammad Awaluddin dan Aktifis Komunitas Tangan Di atas dan Hijab Ayu Diah Ayu serta Doni Ismanto dari Indotelko.com selaku moderator dalam acara Bincang Bisnis #UKMIndonesiaGoesDigital: Shifting from Offline to Online dengan dimoderatori di Jakarta, Jumat (18/12)

Jakarta, GATRAnews - Dalam hitungan hari, pemberlakuan Masyarakat Ekonomi ASEAN akan dimulai. Ini berarti peluang dan tantangan bagi pelaku UKM dalam menyikapinya. Berangkat dari hal tersebut, Telkom melalui Divisi Business Service (DBS) yang dibentuk untuk fokus pada segmen pasar Usaha Kecil dan Menengah (UKM), tak kenal lelah dalam melayani dan mengedukasi para pelaku UKM untuk memanfaatkan Information & Communication Technology (ICT) dalam bisnisnya.

 

Peran ICT ini sangat penting, seiring dengan pesan Presiden Joko Widodo dalam sebuah prasasti digital yang ditulis beberapa waktu lalu, “Revolusi Digital Merevolusi Ekonomi Indonesia”. Pesan ini menyiratkan keinginan dari Presiden untuk menjadikan sektor ICT sebagai enabler pertumbuhan ekonomi.

 

“Sejak tahun 2010 lalu ditandai dengan pembentukan Divisi Business Service merupakan tonggak bagi Telkom untuk semakin serius dalam melayani segmen pasar UKM. Banyak program yang telah kami lakukan dalam periode tersebut, mulai dari penyediaan produk dan solusi buat UKM, peluncuran Indonesia Digital Entrepreneur (Indipreneur), gerakan SME Indonesia Bisa, revitalisasi web directory UKMwww.smartbisnis.co.id dan saat ini yang tengah gencar kami lakukan berupa Kampung UKM Digital,” jelas Direktur Enterprise & Business Service Telkom Muhammad Awaluddin dalam acara Bincang Bisnis #UKMIndonesiaGoesDigital : Shifting from Offline to Online di Jakarta (18/12).

 

Sejauh ini Telkom sudah berhasil mengajak sejuta UKM Goes Digital, dimana 550 ribu diantaranya aktif di portalsmartbisnis.co.id. Bahkan Telkom juga telah meluncurkan 41 Kampung UKM Digital dari target 60 lokasi hingga akhir tahun ini.

 

Disisi lain, Telkom telah berhasil menyediakan jaringan fiber-optic untuk 330 Sentra Bisnis, penyediaan infrastructure fiber optic di 55 Komunitas Nelayan Digital. Khusus bagi pelaku UKM yang bergerak di bisnis digital (start-up), Telkom juga menyediakan fasilitas pembinaan dan pengembangan berupa Digital Valley di Jakarta, Bandung, Jogja dan Bali.

 

Lebih lanjut, Awaluddin menjelaskan bahwa UKM Goes Digital di sini adalah memanfaatkan solusi ICT untuk proses bisnis dan bukan hanya dalam bentuk konektifitas tetapi aplikasi yang mendukung bisnis UKM.

 

“Kami menemukenali bahwa selama 5 tahun terakhir Telkom menggarap pasar UKM, salah satu faktor penting untuk mengembangkan UKM adalah “knowledge” tentang sisi manajemen atau model bisnis serta pemanfaatan ICT yang jelas-jelas dapat membantu peningkatan bisnis UKM tersebut yang masih harus ditingkatkan. Berangkat dari faktor tersebut, Telkom tanpa lelah mengadakan berbagai program untuk meng-edukasi bagi kemajuan UKM,” jelas Awaluddin disela-sela acara yang dihadiri berbagai komunitas UKM tersebut.

 

Lebih lanjut, Awaluddin menambahkan bahwa dalam mendekati pasar UKM, Telkom menggunakan tiga pendekatan strategi yakni: pertama, berbasis produk dengan menawarkan solusi yang dibutuhkan UKM. Contohnya menawarkan WiFi untuk UKM. Lalu kedua, pendekatan berbasis solusi. Hal ini baru saja dilakukan dengan menawarkan StarBox yang baru saja diluncurkan.

 

Strategi terakhir yang dilakukan Telkom adalah pendekatan berbasis komunitas. “Kita ada Kampung UKM Digital dan Kampung Nelayan Digital. Rasanya baru ini yang ada komunitas dengan konsep Pentahelix melibatkan akademisi, bisnis, komunitas, pemerintah, dan media,” ungkap Awaluddin, sambil menceritakan bahwa segala konsep yang dilakukannya selama ini tertuang dalam bentuk buku “Digital EntrepreneurShift” yang diterbitkan Gramedia pada akhir November lalu, yang turut menjadi bahan diskusi utama dalam acara tersebut.

 

“Buku Digital EntrepreneurShift ini hadir untuk menjangkau lebih banyak pembaca atau pelaku UKM, yang mungkin saja mereka selama ini belum tersentuh dalam berbagai program yang telah dijalankan selama ini. Bagaimana UKM dapat  berubah dari offline menjadi online atau mengambil manfaat dari peran ICT bagi bisnisnya. Agar memudahkan pembaca, materi buku ditulis dengan bahasa sederhana dalam bentuk “three ways”, sehingga tidak akan menyulitkan dalam implementasi oleh pelaku UKM,” terang Awaluddin.

 

Buku Digital EntrepreneurShift sendiri merupakan kumpulan artikel-artikel dari Klinik UKM Goes Digital yang diasuh langsung oleh Awaluddin di www.indotelko.com , dimana pembaca bisa langsung berdiskusi maupun sharing dalam hal digitalisasi bisnisnya.

 

“Dalam 5 tahun ke depan, mimpi kami adalah para pelaku UKM benar-benar telah semakin maju, modern dan mandiri didukung dengan pemanfaatan ICT. Bukan hanya menggunakan konektifitas, tetapi pemanfaatan aplikasi-aplikasi bisnis secara digital serta memanfaatkan ICT dalam melakukan e-commerce. Minimal 10% pelaku UKM Indonesia benar-benar telah memanfaatkan ICT dalam bisnisnya,” pungkas Awaluddin mengakhiri percakapan.


Adv

Putri
21-12-2015 16:29