Main Menu

Pertamina Tawarkan Harga Panas Bumi Kamojang 6,2 sen dolar per kWh ke PLN

Dani Hamdani
07-01-2016 10:45

Sumur pembangkit tenaga uap Kamojang (Gatra/Dharma Wijayanto)

Jakarta, GATRAnews - Untuk mendukung keberlanjutan pengembangan panas bumi di Indonesia, PT Pertamina (Persero) mengajak PT PLN (Persero) untuk kembali memperpanjang kesepakatan interim harga uap yang dialirkan ke PLTP Kamojang 1,2, dan 3.

 

Vice President Corporate Communication Pertamina Wianda Pusponegoro mengatakan, hal tersebut telah disampaikan Pertamina kepada PLN dalam surat tertanggal 31 Desember 2015.

 

Menurut Wianda, Pertamina saat ini tetap memasok uap untuk PLTP Kamojang 1,2, dan 3 dengan mengacu pada harga kesepakatan interim, yaitu US$ 0,062 per kWh (6,2 sen dolar per kWh).

 

"Apabila hingga 1 Februari 2016 PLN tidak memberikan sanggahan, maka Pertamina dapat menilai PLN menyetujui akan inisiatif tersebut dan Pertamina akan terus memasok uap untuk ketiga PLTP yang berkapasitas total 140 MW," katanya.

 

Sebelumnya PLN mengeluhkan tarif harga uap yang ditawarkan Pertamina terlalu tinggi. Menurut Manajer Senior PLN Agung Murdifi, PLN masih mengkaji tarif yang ditawarkan Pertamina tersebut. 

 

Wianda menegaskan, Pertamina selalu berkomitmen mendukung pemerintah dalam penyediaan listrik yang efisien dan ramah lingkungan melalui pengembangan uap panas bumi maupun total project beserta pembangkit listrik panas bumi.  Sebagai wujud komitmen nyata tersebut, Pertamina kini menggarap sebanyak 11 proyek panas bumi di tujuh wilayah kerja terpisah dengan investasi sekitar USD 2,5 miliar hingga 2019.


“Dalam melaksanakan setiap lini bisnisnya, termasuk dalam bisnis panas bumi, Pertamina senantiasa mengutamakan kepentingan nasional. Panas bumi yang merupakan sumber energi baru dan terbarukan dapat mendukung implementasi komitmen pemerintah dalam Conference of Parties (COP) 21 untuk mengurangi emisi hingga 29%,” tutur dia. 


Editor: Dani Hamdani


Klik www.gatra.com/telkomsel untuk daftar online kartuHalo Telkomsel tanpa harus datang ke kantor GraPARI

Dani Hamdani
07-01-2016 10:45