Main Menu

WIKA Targetkan Kontrak Senilai Rp 86 Trilyun Tahun Ini

didi
12-01-2016 13:46

PT Wijaya Karya (Wika) (GATRA/Ardi Widi Yansah)

Jakarta, GATRAnews - Perusahaan konstruksi "pelat merah" PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) memproyeksikan dapat memeroleh kontrak dihadapi sebesar Rp86 trilyun. Angka itu naik sebesar 57,74% dari target 2015. Sekretaris Perusahaan Wijaya Karya, Suradi mengatakan, total kontrak dihadapi ini terdiri dari target kontrak 2016 sebesar Rp52,296 trilyun dan carry over 2015 sebesar Rp33,74 trilyun.

Adapun komposisi perolehan kontrak baru WIKA tersebut ditargetkan berasal dari pemerintah sebesar 20,73%, BUMN 15,85% dan swasta 63,42%.

"Alhasil, kami memperkirakan target penjualan (termasuk penjualan KSO) pada tahun ini sebesar Rp26,49 trilyun atau naik 23,61% dari target RKAP 2015 sebesar Rp21,43 trilyun. Sementara laba yang dapat diatribusikan ke pemilik entitas induk 2016 diproyeksikan sebesar Rp750,15 milyar," kata Suradi, dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Selasa (12/1).

Ia menambahkan, pihaknya akan mengalokasikan belanja modal sepanjang tahun ini sekitar Rp10,59 trilyun dengan asumsi termasuk perhitungan PMN Rp4 trilyun. Capex ini terdiri dari capex induk sekitar Rp9,82 milyar dan anak perusahaan sebesar Rp770,44 milyar.

"Komposisi capex induk terdiri dari pengembangan usaha senilai Rp7,68 trilyun, Penyertaan senilai Rp1,55 trilyun, dan investasi aset tetap senilai Rp583,5 milyar," ujarnya.

WIKA berhasil memeroleh kontrak baru hingga Desember 2015 mencapai Rp25,33 trilyun atau 80,03% dari target kontrak baru 2015 sebesar Rp31,65 trilyun.

Beberapa proyek yang telah diperoleh hingga Desember 2015, antara lain Bandar Udara Internasional Jawa Barat (Rp697,5 milyar), New Condensate Diesel Tank British Petroleum – Addendum (Rp357 milyar), Jembatan Pulau G Pluit City (Rp300 milyar), infrastruktur Entikong (Rp218,5 milyar), jalan Perbatasan Kalbar Entikong Tahap 2 (Rp277,5 milyar).

Sebelumnya, WIKA juga telah berhasil memperoleh kontak baru untuk proyek PLTA Upper Cisokan( Rp930 milyar), Bendungan Passelorang, Sulawesi Selatan (Rp463 milyar), New Priok Container Terminal, Jakarta Utara (Rp181,5 milyar), Bendungan Keureto, Nangroe Aceh Darussalam (Rp403 milyar), jalan Tol Bogor – Ciawi – Sukabumi Tahap I (Rp355 milyar), jalan Non Tol (JLNT) Ciledug (Rp351 milyar).

Lalu, Bendungan Logung Jawa Tengah (Rp584,9 milyar), pembangunan jalan Tol Balikpapan – Samarinda (Rp289,39 milyar), Double Double Track JatinegaraManggarai (Rp363,26 milyar), jalan Tol Solo – Kertosono (Rp625 milyar).


Reporter: Didi Kurniawan
Editor: Tian Arief

didi
12-01-2016 13:46