Main Menu

Patroli Menyelamatkan Telur Tuntong Laut

elfira
04-09-2017 23:59

(Dok.Pertamina)

Aceh Tamiang, GATRAnews - PT Pertamina EP Asset 1 Rantau Field dan BKSDA Aceh Tamiang melaksanakan program konservasi keanekaragaman hayati. Sasaran program ini antara lain adalah pelestarian tuntong laut. Tuntong laut adalah satwa sejenis kura-kura dengan nama latin Batagur borneoensis merupakan salah satu spesies yang nyaris punah dan tidak ditemukan lagi selama 10 tahun terakhir di daerah sebarannya seperti di Sumatera Utara, Riau dan Jambi. Hanya di beberapa daerah satwa ini masih ditemukan dalam jumlah kecil. Salah satunya di perairan hutan bakau Aceh Tamiang.


Kegiatan pelestarian ini antara lain dilakukan dengan patroli rutin di pesisir pantai Ujung Tamiang oleh sekelompok penggiat lingkungan beranggotakan 7 orang. Mereka melakukan patroli menyelamatkan telur-telur tuntong dari serangan binatang liar seperti babi hutan atau perburuan manusia. Mereka juga mendata dan mengembalikan tuntong betina ke perairan setelah bertelur di pesisir. Para penggiat tersebut merupakan warga setempat, salah satunya Abu Bakar, yang dahulu merupakan pemburu telur Tuntong.


Pada 1 Agustus 2017, penggiat lingkungan yang tergabung dalam Yayasan Satu Cita Lestari Indonesia itu menemukan Tuntong betina yang terdampar di pesisir pantai ujung Tamiang. "Kondisinya agak lemah. Sehingga untuk sementara dipulihkan, dan selanjutnya dilepaskan kembali ke habitatnya," kata Abu Bakar.


Sebelum dilepas Tuntong betina dengan ciri batok kelapa berwarna hitam polos itu didata. Dengan panjang badan 53 cm dan berat 18,10 kg, Tuntong betina tersebut diperkirakan sebagai Tuntong indukan dewasa. Menurut Abu Bakar, indukan dewasa sekali bertelur bisa mencapai 25 butir. Telurnya sebesar telur bebek. Biasanya disimpan dalam lubang pasir  sedalam 10 -18 cm. Usai didata, microchip dengan kode 07071309 dipasang, dengan cara disuntikkan di kaki belakang sebelah kiri, sebagai penanda dan bisa dipantau kemana saja mobilitasnya.


Kegiatan pelestarian tuntong laut ini tak terbatas pada patroli pengamanan dan penetasan telur, namun juga pembesaran dan pelepasan tukik, sosialisasi pelestarian satwa liar, pemantauan populasi dan penelitian genetika. Sejak tahun 2013 sampai saat ini, sudah ada sebanyak 73 Tuntong betina dewasa telah dikembalikan ke habitatnya dan 1.204 tutong dilepasliarkan setelah ditetaskan. Kegiatan pelestarian Tutong laut ini didukung penuh oleh Yayasan Satu Cita Lestari Indonesia itu didukung oleh BKSDA setempat dan PT Pertamina EP Asset 1 Rantau Field dalam program konservasi keanekaragaman hayati.

elfira
04-09-2017 23:59