Main Menu

Pertamina Siapkan Alternatif Pasokan BBM dan LPG di Sulawesi Tengah

Umaya Khusniah
01-10-2018 11:13

Pasokan BBM di Sulawesi Tengah.(Dok.pertamina/re1)

Makassar, Gatra.com – Gempa bermagnitudo 7,7 SR di Donggala yang diikuti tsunami dan beberapa gempa susulan, turut berdampak pada operasi Pertamina Marketing Operation Region (MOR) VII Sulawesi di wilayah Palu dan sekitarnya.

 

 


Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun hingga saat ini, diketahui bahwa Terminal BBM Donggala mengalami kerusakan akibat gempa dan tsunami.

Kerusakan tersebut terjadi padq beberapa sarana dan fasilitas seperti akses dari dermaga menuju Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) dan tempat pengisian mobil tangki (filling shed) mengalami kerusakan.

Hal ini menyebabkan kegiatan penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) terhambat. Akses jalan dari TBBM ke Palu dan Sulawesi Barat pun tidak dapat dilewati dikarenakan longsor dan kerusakan jalan.

Unit Manager Communication & CSR MOR VII, M. Roby Hervindo menjelaskan 3 dari 5 Stasiun Pengisian Bahan Bakar Elpiji (SPBBE) terdampak bencana hingga tidak dapat beroperasi. Sedangkan Depot Pengisian Pesawat Udara (DPPU) Mutiara kondisinya aman tidak terdampak signifikan.

"Untuk pelayanan masyarakat melalui SPBU saat ini masih didata berapa yang masih bisa beroperasi. Nantinya penyaluran akan dipusatkan di SPBU-SPBU tersebut. Secara umum stok BBM dan LPG masih dalam kondisi aman," ujar Roby.

Tim Puskodal Pertamina MOR VII telah menyiapkan rencana alternatif Regular, Alternative, Emergeny (RAE) untuk mengamankan pasokan energi ke Palu dan sekitarnya.


“Untuk penyaluran BBM, rencana alternatif suplai akan dilakukan melalui beberapa TBBM yakni TBBM Poso, TBBM Moutong, TBBM Toli-Toli dan TBBM Pare-Pare menyesuaikan kondisi jalur darat yang paling memungkinkan,” jelas Roby.

Untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar industri, diutamakan suplai kepada PLN, TNI dan Polri. Alternatif suplai akan diluncurkan melalui TBBM Poso, Moutong, Toli-Toli dan Pare Pare.

Untuk elpiji, alternatif suplai ke Palu rencananya dilakukan melalui SPPEK Tri Ariesta dari Gorontalo, juga dari Depot LPG Makassar dan Terminal LPG Bosowa. Selain itu telah disiagakan SPPBE alternatif yakni PT Mitra Utama, PT Nubuwwa Saltika, PT Pare Elpiji, dan PT Permata Alam Sulawesi serta pengiriman 150 tabung LPG 50 Kg dari SPPBE Makassar.

Sedangkan untuk Avtur, rencana dilakukan alih suplai ke DPPU Mutiara melalui TBBM Makassar, TBBM Gorontalo dan TBBM Luwuk. Penyaluran rencananya dilakukan melalui mobil tangki avtur (bridger) dengan memperhatikan kondisi akses jalan.

Selain melakukan upaya alternatif penyaluran energi ke wilayah Sulawesi Tengah, Pertamina juga akan memberangkatkan tim relawan yang membawa bantuan logistik dan medis.


"Siang ini kami akan memberangkatkan beberapa tim relawan dari Makassar, Poso dan Gorontalo untuk membantu korban, termasuk pekerja, keluarga dan operasional Pertamina. Kami juga terus berkordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk membantu penanganan korban dan sarfas pasca gempa,” ujar Roby.

 


Editor: Umaya Khusniah

Umaya Khusniah
01-10-2018 11:13