Main Menu

Bertemu Siswa SMK di Kebumen, Ini Pesan Ketua DPR

Wem Fernandez
02-08-2018 19:50

Ketua DPR Bambang Soesatyo. (GATRA/ Wem Fernandes/yus4)



- Ketua DPR RI Bambang Soesatyo mengunjungi Sekolah Menengah Kejuruan Yayasan Pendidikan Ekonomi (SMK YAPEK), di Kebumen, Jawa Tengah, Kamis, (2/8), hari ini. Kepada para siswa, politisi Golkar ini menyebutkan pilihan tepat untuk masuk ke sekolah kejuruan.


Sebagai negara berkembang, Indonesia tidak hanya membutuhkan tenaga ahli atau ilmuwan, tetapi juga tenaga kerja yang terampil di berbagai bidang. Karena itu, pendidikan vokasi atau kejuruan menjadi salah satu andalan untuk mengisi pembangunan.

“Di sini kalian mendapat pendidikan yang berorientasi pada keterampilan serta kemampuan siap kerja. Sehingga kelak setelah lulus dapat bersaing secara global karena sudah fokus pada satu keterampilan khusus,” ujar Bamoset.

Kebutuhan dunia usaha dan industri terhadap tenaga kerja muda terampil sangat tinggi. Tak hanya itu, dunia usaha dan industri juga membutuhkan tenaga kerja dengan sikap dan soft skill yang baik, siap dengan perubahan, inovatif serta memiliki daya saing.

"Karena itu, saya minta agar tenaga pendidik di sekolah ini benar-benar fokus pada pengembangan kualitas. Sehingga para lulusannya dapat diandalkan untuk memasuki dunia kerja,” jelasnya.

Bamsoet juga meminta para pelajar untuk familiar dengan teknologi. Sebab DPR dan pemerintah sedang giat-giatnya mengembangkan program link and match antara pendidikan kejuruan dan industri.

“Dengan perkembangan industri rata-rata 5-6% per tahun, dibutuhkan lebih dari 500-600 ribu tenaga kerja industri setiap tahun. Di sinilah pentingnya SMK dan pendidikan kejuruan lainnya untuk mengisi kebutuhan industri tersebut,” kata Bamsoet.

Menutup kunjungannya, Bamsoet berpesan agar para siswa giat belajar, disiplin dan bertanggung jawab. Selain itu, mereka juga diminta mempergunakan waktu dengan sebaik-baiknya, mengasah keterampilan dan jiwa kepemimpinan.

“Setelah lulus SMK dan mendapatkan penempatan kerja, kalian harus terus meningkatkan kompetensi, etos kerja, dan profesionalitas. Hanya dengan itu kalian akan menjadi tenaga kerja terampil dan produktif, sebagai sumbangan yang berharga bagi keluarga, bangsa dan negara,” tutup dia.


Reporter: Wem Fernandez
Editor: Arief Prasetyo

Wem Fernandez
02-08-2018 19:50