Main Menu

Penguatan dan Sinergi Menjadi Catatan Hardiknas 2018

rian
03-05-2018 10:55

(Gatra/Dok. Kemdikbud)

Jakarta, Gatra.com - Kementerian pendidikan dan kebudayaan (Kemendikbud) kembali merayakan hari pendidikan nasional yang jatuh setiap tanggal 2 Mei. Tahun ini, tema yang diangkat adalah “Menguatkan Pendidikan, Memajukan Kebudayaan”.


Terkait dengan hardiknas kali ini, dalam sabmbutan tertulisnya, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendi mengatakan, reformasi sekolah, peningkatan kapasitas, dan profesionalisme guru, kurikulum yang hidup dan dinamis, sarana dan prasarana yang andal, serta teknologi pembelajaran yang mutakhir, menjadi keniscayaan pendidikan.

Oleh karena itu kata Mendikbud, secara tulus ingin saya katakan bahwa tidak bisa tidak, pendidikan harus menjadi urusan semua pihak. Semua pihak harus bergandeng tangan, bahu-membahu, bersinergi memikul tanggung jawab bersama dalam menguatkan pendidikan. “Kita optimistis bahwa Indonesia memiliki semua hal yang dibutuhkan untuk menjadi bangsa besar dan maju, asal kita bersatu padu mewujudkannya,” kata Mendikbud.

Terkait dengan peningkatan kapasitas dan sinerdi banyak pihak. Pendidikan Sekolah Menengah Kejuruan sudah memulai hal tersebut. Dikatakan oleh Direktur Pembinaan SMK (PSMK), Ditjen Dikdasmen M. Bakrun, revitalisasi SMK mengacu pada Inpres No. 09 Tahun 2016. Dalam Inpres tersebut ada 12 lembaga dan kementerian serta 34 gubernur yang dilibatkan.

Dalam Inpres tersebut selain dijalankan oleh lintas kementerian dan lembaga terkait, ada enam hal yang diamanahkan oleh Kemdikbud. “Lima hal diantaranya ada di direktorat Dikdasmen khusunya di Direktorat PSMK,” kata Direktur PSMK yang baru menjabat pada pertengahan Desember 2017 lalu.

Salah satu butir yang dilaksanakan oleh Direktorat PSMK adalah melakukan singkronisasi kurikulum. Hal ini dilakukan agar kurikulum SMK sesuai dengan kebutuhan dunia industri. Dalam melakukan sinkronisasi kurikulum Kemdikbud melaksanakan, pertama menyesuaikan spektrum keahlian yang ada hal ini disesuaikan dengan kebutuhan industri.

“Terdata ada 142 kompetensi keahlian dari kompetensi keahlian yang terdata tersebut, ada kopetensi yang digabung ada pula pendataan kompetensi yang baru,” katanya menjelaskan.

Proses sinkronisasi bersama dengan dunia industri ini, sekolah menyesuaikan lagi dengan industri yang sudah bekerja sama dengan sekolah masing-masing. Sebab begitu, sinkronisasi kurikulum terkait dengan dinas pendidikan di provinsi masing-masing. Bakrun berharap dengan adanya singkronisasi dan kerjasama lintas sektor ini dapat memacu dan menguatkan pendidikan vokasi di Indonesia.


 

rian
03-05-2018 10:55