Main Menu

PBNU, Ketua MUI, dan Alumni IMM Mengutuk Pelaku Penyebar Fitnah Mentan Amran

Fatma
18-06-2018 19:59

Jakarta, Gatra.com - Pelaku penyebar informasi palsu, Immawan Andi Mahfuri (24) yang telah ditetapkan tersangka oleh Polda Metro Jaya, kini mendapat kecaman bahkan kutukan dari berbagai pihak. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Majelis Ulama Indonesia, akademisi dan Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) angkat bicara memberikan protes yang keras kepada pelaku dan dukungan kepada Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman agar tetap tegar.

Adapun hoaks yang disebar pelaku melalui media sosial tersebut yakni terkait hubungan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dan Bupati Pandeglang Irna Narulita. Pelaku merupakan kader IMM, sehingga Alumni Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) sangat menyesalkan perbuatan pelaku.

Tim Cyber Crime Polda Metro Jaya seperti diungkap Kapolda Metro Jaya Irjen Idham Aziz mengatakan dari hasil investigasi Tim Cyber yang melacak percakapan WhatsApp yang diunggah tentang Menteri Pertanian dan Bupati Pandeglang, ternyata keduanya tidak pernah berkomunikasi.

Semua informasi dan gambar-gambar yang diedarkan tersangka adalah hasil karangan sendiri. Dan tersangka telah mengakuinya. Adapun motif pelaku hingga kini masih diselidiki oleh pihak kepolisian, jelas Idham. Tentang hal ini, PBNU mengutuk upaya pembusukan karakter dengan menebar fitnah. Ketua PBNU Bidang Ekonomi Umar Syah menegaskan oknum jangan coba-coba mengusik Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman.

Menurutnya, hal itu bisa menyebabkan kemarahan para petani se Indonesia yang mayoritas warga Nahdlatul Ulama (NU), yang merasa terbantu atas ketegasan Amran memberantas mafia beras, pupuk dan lainnya. Pihak-pihak yang tidak suka dengan kinerja, prestasi dan ketegasan Mentan dalam menyukseskan program nawacita Presiden Jokowi, khususnya ketahanan pangan, jangan coba-coba ganggu Mentan. Bukan hanya pemerintah yang marah, tapi para petani yang mayoritas warga NU juga akan marah. Ketua Umum kami pun selalu mengapresiasi beliau, tegas Umar Syah.

Ia menilai ada upaya sejumlah pihak tak bertanggungjawab yang merasa terusik dengan keberadaan Mentan lantaran ketegasannya dalam memberantas mafia beras, mafia pupuk, dan pengusaha nakal yang kerap menimbun komoditas pangan untuk mencari keuntungan pribadi dengan mengorbankan rakyat kecil. Kami amat menyesalkan penyebaran berita hoaks, tepatnya fitnah terhadap Mentan Amran Sulaiman. Kita berharap Polri dapat mengungkap aktor intelek dibalik penyebaran fitnah, kata mantan aktivis PMII itu.

Umar pun menegaskan dari pandangan Ketua Umum PB NU Said Aqil Siradj, Mentan merupakan sosok yang baik dan terbukti berhasil menjalankan tugasnya dalam mengawal dan menyukseskan program nawacita Presiden Joko Widodo, khususnya di bidang pangan. Hingga saat ini sudah lebih dari 300 kasus mafia pangan diproses Satgas Pangan, termasuk kasus ketika Menteri Andi Amran bersama Kapolri menggerebek kasus beras PT. IBU yang sempat heboh beberapa waktu yang lalu.

Sangat disayangkan Kinerja Mentan Andi Amran Sulaiman yang sangat cemerlang tersebut sering diganggu oleh para mafia dan pemburu rente perdagangan komoditas pangan dengan keuntungan puluhan triliunan rupiah, termasuk fitnah terakhir terhadap dirinya, tegasnya.

Tapi catat, NU siap mendukung Mentan untuk terus bekerja mengawal program nawacita tanpa terpengaruh isu-isu negatif dari pihak yang terusik dengan prestasi dan ketegasan Amran Sulaiman, imbuhnya. Senada akan hal ini, Ketua KTNA Nasional, Winarno Tohir mengatakan mendukung penuh Mentan Amran berantas mafia pangan. Para mafia inilah yang telah membikin petani sengsara dan rakyat menderita.

Sejak Amran dilantik menjadi Menteri hingga sekarang memang getol bersih bersih di internal dan di eksternal. Jadi wajar ada pihak pihak yang tidak senang. KTNA dukung berada di belakang Mentan memberantas mafia, katanya. Mentan Amran pemimpin yang baik, amanah dan berintegritas, membela dan melindungi petani. Janganlah difitnah dengan berita hoax, sambungnya.

Winarno menerangkan kebijakan pangan saat ini benar-benar konsisten mewujudkan pangan dan berpihak penuh kepada petani. Buktinya sudah banyak bantuan yang disalurkan secara gratis untuk petani seperti raktor, pompa, pupuk, benih, ayam, infrastruktur jaringan irigasi, embung, dan cetak sawah dibangun besar-besaran.

Jadi, kebijakannya sangat jelas melindungi petani. Banyak regulasi yang menghambat dicabut dan direvisi. Dulu petani mengeluh pupuk langka, setelah lebih dari 40 kasus oplos pupuk diproses hukum, kini pupuk aman dan lancar, sebutnya. Tak hanya itu, persekongkolan tata niaga yang dipermainkan kartel daging sapi, ayam, telur, jagung dan lainnya juga sudah ditindak bekerjasama dengan KPPU. Bahkan sebanyak 1.295 pejabat dimutasi, demosi dan sebagian dipecat oleh Mentan karena ketahuan melakukan penyimpangan.

Satgas Pangan pun telah menindak lebih dari 400 kasus bahan pokok. Permainan mafia bawang putih yang merugikan masyarakat, juga sudah di blacklist 5 importir nakal, ungkap Winarno. Ketua Majelis Ulama Indonesia Pusat, KH Ma’ruf Amin mengatakan kasus hoax dan fitnah yang menimpa Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman jangan sampai terulang lagi. Menurutnya, Amran merupakan sosok pemimpin yang baik, bekerja keras sepenuh hati untuk umat harus kita dorong dan lindungi bersama.

Mentan Andi Amran adalah pemimpin yang bekerja lurus dan tegas memang akan menghadapi banyak tantangan, karena akan menghadapi orang orang jahat yang selama ini banyak mempermainkan nasib rakyat kecil, khususnya di sektor pertanian dan pangan, bebernya. Presidium Keluarga Alumni Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Sulawesi Selatan (KAMI IMM SULSEL) memohon maaf kepada Menteri Pertania Andi Amran Sulaiman atas fitnah yang dilakukan salah seorang kader Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) di Jateng yang telah menyebarkan berita hoax terhadap pribadi Mentan Andi Amran Sulaiman,

Saya selaku Ketua Presidium Memohon maaf kepada Pak Mentan atas tindakan Andi Mahfuri, kader IMM Jateng yang telah menyebarkan fitnah terhadap beliau. Sikap tersebut tidak selayaknya dilakukan mengingat pendidikan dan pembinaan kader IMM selalu mengedepankan tabayyun atas sebuah berita” ujar Ketua Presidium Keluarga Alumni Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Sulsel (KAMI IMM Sulsel) H, Abdul Rachmat Noer.

Menurut Abdul Rachmat, apa yang telah dilakukan Andi Mahfuri telah mencoreng identitas IMM sebagai sebuah gerakan keagamaan, apalagi yang terkait menyerang masalah pribadi. Tindakan menyebar fitnah sungguh merupakan sebuah kezaliman yang besar, apalagi dilakukan pada bulan suci Ramadhan. Untuk kasus ini, saya minta kepada aparat kepolisian segera mengusut sampai tuntas masalah ini. Termasuk dugaan orang yg ada dibelakang Andi Mahfuri, yg mensupply data dan informasi yg salah, tegasnya

Fatma
18-06-2018 19:59