Main Menu

Sekar Telkom Gelar Seminar Regulasi Layanan Over The Top

Fatma
23-03-2018 21:27

(Kiri - kanan) Direktur Wholesale & International Service (WINS) Telkom Abdus Somad Arief, Menteri Komunikasi & Informatika RI Rudiantara, dan Ketua Umum Serikat Karyawan (Sekar) Telkom Asep Mulyana berfoto bersama saat acara Seminar Nasional Serikat Karyawan (Sekar) Telkom yang berjudul "Mendorong Regulasi OTT yang Berkeadilan" di Jakarta (22/3).

 

Jakarta, Gatra.com - Serikat Karyawan PT Telekomunikasi Indonesia (Sekar Telkom) berinisiatif menggelar Seminar Nasional dengan tajuk MENDORONG REGULASI OVER THE TOP YANG BERKEADILAN, dengan menghadirkan para pembicara dari kalangan yang kredible di bidang industri telekomunikasi pada umumnya. Ketua Umum Sekar Telkom Asep Mulyana menjelaskan bahwa Seminar ini digagas oleh Sekar Telkom atas keinginan agar Pemerintah segera menetapkan regulasi Over The Top sehingga layanan OTT yang sudah berjalan selama ini mendatangkan manfaat yang maksimal bagi seluruh pemangku kepentingan di Indonesia, baik dari sisi bisnis, sisi peluang usaha kecil dan menengah, kepentingan ekonomi nasional, dan kepentingan masyarakat pada umumnya.

 

Atas dasar itu, para pembicara yang dihadirkan adalah kalangan yang dapat dianggap mewakili berbagai kepentingan tersebut, yaitu  Ketua Badan Regulasi Telekomunikasi IndonesiaProf. DR. H. Ahmad M. Ramli,S.H.,M.H.,Fcb.Arb. selaku pihak regulator. Ketua Masyarakat Telematika Kristiono selaku wakil dari masyarakatpemangku kepentingan industri. Kemudian dari kalangan akademisi Panitia mengundang Dr. Ridwan Effendi, mantan Anggota Komisioner BRTI yang saat ini berprofesi sebagai Dosen di ITB Bandung. Dari pelaku Industri telekomunikasi hadir Faizal Rochmad Djoemadi, Presdir PT Telekomunikasi Internasional. Dari pelaku layanan Over The Top diundang Danny Oei Wirianto selaku Chief Marketing Officer (CMO) dari Global Digital Prima (GDP) Venture Jakarta.

 

Dari kelima pihak yang diundang Panitia Seminar tersebut yaitu Regulator, Akademisi, Pelaku Telco dan Pelaku OTT serta Masyarakat dirasa cukup komplit untuk membicarakan secara komprehensif bagaimana sebaiknya Regulasi Over The Top yang berkeadilan agar semua pihak merasakan manfaatnya.


Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara (Chief RA), menyambut baik gagasan yang muncul dari masyarakat yang diwakili oleh Serikat Karyawan di sebuah BUMN sehingga bersedia hadir  sebagai keynote speaker. Untuk mengatur jalannya diskusi agar terarah dan efektif Panitia mendatangkan moderator khusus yang dinilai mumpuni untuk itu, yaitu Dr. Ir. Dimitri Mahayana M.Eng.

 

Sekjen DPP Serikat Karyawan Telkom Abdul Karim menambahkan bahwa Seminar  nasionaltanggal 22 Maret 2018 di Gedung Sapta Pesona Jakarta inidiselenggarakandalamrangkaperingatanhariulangtahun SEKAR Telkom yang ke-18. Kami menargetkan kegiatan ini menjadi pendorong bagi Regulator untuk menetapkan regulasi Over The Top yang berkeadilan agar industri digital di tanah air berkembang terarah dan memenuhi harapan serta kepentingan semua kalangan.


Kita tahu bahwa ke depan, kegiatan perekonomian akan lebih banyak mengarah ke ekonomi digital sehingga butuh pengaturan yang komprehensif agar Indonesia relatif tidak tertinggal dari negara-negara maju dalam ekonomi digital tersebut. Di samping itu, dengan adanya regulasi, akan tercipta sebuah kepastian sehingga kalangan investor tidak akan ragu untuk berinvestasi secara jangka panjang.

 

Indonesia dengan jumlah penduduk yang sangat besar adalah pasar empuk industri digital, oleh sebab itu semua pihak harus saling bekerja sama menggarap pasar tersebut agar tumbuh bersama-sama. Jangan hanya ada satu atau dua pihak yang ingin meraup untung secara berlebih sementara pihak lainnya yang sama-sama ada di industri tersebut hanya jadi penonton, terutama pelaku OTT dalam negeri.

 

Di balik itu, ada pesan yang juga tidak kalah pentingnya mengapa regulasi OTT perlu dibuat dengan baik dan benar yaitu terkait isu pertahanan dan keamanan nasional, perlindungan data pribadi dan perlindungan Hak Atas Kekayaan Intelektual. Fenomena yang ditimbulkan oleh teknologi digital menyentuh berbagai aspek dalam masyarakat dengan segenap ekses yang berpotensi muncul antara lain frauddankegiatanabusemelaluikonten digital, penyebarankonten-konten yang tidakbertanggungjawab (hoax, pornografi, SARA, penipuan, kriminal, dlsb.) dan benturandenganperaturanatauregulasiterkait lainnya.

Fatma
23-03-2018 21:27