Main Menu

Noam Chomsky dan Danny Glover Kritik Sanksi Terhadap Venezuela

Bernadetta Febriana
10-03-2018 18:34

Danny Glover (REUTERS/Carlo Allegri/yus)

Jakarta, Gatra.com - Barisan kelompok penolak sanksi terhadap Venezuela bertambah. Kali ini, ilmuan sekaligus filsuf Noam Chomsky bersama aktor Danny Glover ikut bergabung dengan 154 penandatangan petisi menolak sanksi yang dijatuhkan kepada pemerintahan Venezuela oleh pemerintah Amerika Serikat dan Kanada.

 

Dikutip dari Reuters, kelompok ini menyatakan bahwa sanksi yang dijatuhkan kepada pemerintahan Nicolas Maduro itu malah akan  melukai warga Venezuela yang makin miskin dan merusak usaha rekonsiliasi di dalam negeri Venezuela. Dalam surat terbuka yang dibuat, Chomsky, Glover dan para aktivis lain meminta agar pemerintahan Washington dan Kanada untuk mempertimbangkan kembali sanksi yang ditujukan untuk menekan pemerintahan Maduro.

 

Para pemrotes menyampaikan keprihatinannya bahwa sanksi yang dijatuhkan tersebut bersifat ilegal dan bukannya berakibat buruk kepada pejabat yang dikenai sanksi, namun justru masyarakat Venezuela-lah yang bakal menderita lebih berat lagi. 

 

Selain itu, mereka juga yakin bahwa sebenarnya dibalik sanksi tersebut, Pemerintah AS sedang berusaha untuk menjatuhkan pemerintahan Maduro karena pengganti Hugo Chavez ini menunjukkan ketidaksukaannya atas usaha AS yang ingin membuat Amerika Latin menjadi neo liberal. 

 

Pemerintah AS dan Kanada telah menjatuhkan sanksi kepada para pejabat tinggi di pemerintahan Venezuela, termasuk Presiden Maduro karena menunjukkan sikap anti demokrasi, korupsi besar-besaran dan melakukan kekerasan terhadap HAM. Sanksi yang diterapkan antara lain pembekuan aset para pejabat tinggi ini (dan juga mantan pejabat tinggi Venezuela) dan pelarangan terhadap warga AS dan Kanada untuk berhubungan dengan mereka.

 

Saat ini, AS bahkan juga sedang mempertimbangkan untuk menjatuhkan sanksi pembatasan penjualan minyak dari Venezuela, seperti yang diungkapkan sebelumnya oleh Menlu AS, Rex Tillerson. Hal ini langsung ditanggapi oleh Maduro sebagai usaha dunia internasional yang sedang berkonspirasi untuk menjatuhkannya dan menguasai negara kaya minyak ini.


Editor : Bernadetta Febriana

Bernadetta Febriana
10-03-2018 18:34