Main Menu

Pelaku Teror Valentine Berdarah Florida Dituntut Hukuman Mati

Birny Birdieni
14-03-2018 10:16

Nikolas Cruz, pelaku penembakan massal di Marjory Stoneman Douglas
High School di Parkland, Florida. (REUTERS/Mike Stocker/FT02)

Florida, Gatra.com- Jaksa Amerika Serikat akan menuntut hukuman mati bagi Nikolas Cruz yang menjadi tersangka pembunuhan 17 orang di Sekolah Menengah Atas Marjory Stoneman Douglas, Florida bulan lalu. Remaja berusia 19 tahun itu mengaku melakukan serangan dengan 17 gugatan pembunuhan.

 

Serangan "Valentine Berdarah" tersebut merupakan yang paling terparah sejak insiden serupa pada 2012. Kepada Polisi, Cruz mengaku tiba di sekolah kemudian menembaki siswa sebelumakhirnya meninggalkan senjata dan melarikan diri.

 

Pengacara yang mewakili Cruz, Howard Finkelstein mengatakan bahwa kliennya akan mengaku bersalah jika tidak dikenakan hukuman mati. "Kami masih siap untuk mengaku bersalah atas hukuman seumur hidup tanpa kemungkinan bebas bersyarat," kata pembela publik itu seperti dikutip dari BBC, Rabu (14/3).

 

Dalam hal ini, Howard mengatakan bukan berarti pihaknya mengatakan kliennya tidak bersalah. Namun bila tuntutan hukumkan kematian masih ada di meja hal tersebut bukanmenjadi pilihan.

 

Cruz merupakan alumni Stoneman Douglas yang pernah dikeluarkan karena alasan kedisipilinan. Menurut Broward County Sheriff, Scott Israeli Cruz dipersenjatai dengan senapan tipe AR-15-dan memiliki beberapa majalah amunisi. Sebagai siswa sekolah menengah atas, Cruz merupakan bagian dari program Pelatihan Pelatih Junior Reserve yang disponsori oleh Angkatan Darat (JROT) di sekolah tersebut.

 

"Valentine Berdarah" di pinggiran kota Miami ini menjadi wabah kekerasan senjata terbaru yang menjadi biasa terjadi di sekolah-sekolah dan kampus-kampus seluruh Amerika Serikat dalam beberapa tahun terakhir.

 

Ini merupakan penembakan ke-18 di sekolah Amerika Serikat. Menurut kelompok kontrol senjata "Everytown for Gun Safety", penghitungan tersebut mencakup kasus bunuh diri dan insiden saat tidak ada yang terluka.

 

Terakhir penembakan Januari lalu, di mana seorang pria bersenjata berusia 15 tahun membunuh dua orang siswa di sebuah sekolah menengah di Benton, Kentucky,.


Editor : Birny Birdieni

 

 

Birny Birdieni
14-03-2018 10:16