Main Menu

Inggris Usir 23 Diplomat Rusia, Moskow Menyiapkan Pembalasan

Rohmat Haryadi
15-03-2018 19:12

Maria Zakharova, Inggris gila! (Sputnik news)

Moskow, Gatra,com -- Juru bicara kementerian luar negeri Rusia, Kamis ini, menggambarkan tuduhan Perdana Menteri Inggris Theresa May bahwa Rusia patut disalahkan atas keracunan mantan mata-mata Sergei Skripal sebagai orang gila. Juru bicara tersebut, Maria Zakharova, juga mengatakan bahwa Moskow masih mengerjakan tindakan pembalasan terhadap Inggris karena keputusan London untuk mengusir 23 diplomat Rusia terkait keracunan yang menyebabkan Skripal dan anak perempuannya sakit parah. Demikian Dailymail, 15 Maret 2018.

 

Komentarnya itu menyusul pernyataan Theresa May bahwa London akan mengusir diplomat Rusia. Dalam sebuah briefing rutin, Zakharova mengatakan kecamannya kepada wartawan. "Pernyataan yang dibuat perdana menteri Inggris di parlemen dengan tuduhan yang benar-benar gila terhadap Federasi Rusia, seluruh negeri kita, seluruh rakyat kita!" tegasnya.

Pernyataan Theresa May kepada anggota parlemen kemarin muncul setelah tenggat waktu berlalu bagi Rusia untuk menjelaskan bagaimana senjata kimia saraf Novichok digunakan untuk meracuni Skripal di Salisbury.

"Sehubungan dengan langkah-langkah Inggris yang tidak ramah terhadap Rusia, kami berencana untuk memperkenalkan langkah balasan, tanpa keraguan ... Langkah itu kini sedang dipersiapkan dan akan dilakukan dalam waktu dekat," kata Zakharova. Dia menuduh Inggris menolak bekerja sama dengan Moskow dalam penyelidikan insiden tersebut.

"Kami sangat prihatin dengan apa yang terjadi beberapa hari yang lalu di wilayah Inggris, kami melihat dengan penuh perhatian semua informasi yang kami terima tentang penggunaan senjata kimia di wilayah Inggris," kata Zakharova.

Tetapi dia menambahkan: "Inggris menolak memberikan informasi faktual mengenai kasus ini. Tidak ada yang menyebutkan, misalnya, memberi contoh pada orang-orang tentang substansi yang ditemukan di TKP di Rusia."

"Saya dapat mengonfirmasi lagi, Inggris belum memberikan informasi apapun kepada Rusia, rincian yang mungkin menjelaskan situasi ini," tambah Zakharova.


Editor: Rohmat Haryadi

Rohmat Haryadi
15-03-2018 19:12