Main Menu

Trump Tuai Kecaman Karena Pecat Mantan Orang Nomor 2 di FBI

Cavin Rubenstein M.
18-03-2018 11:44

Mantan Acting Direktur FBI, Andrew McCabe. (REUTERS/Aaron P. Bernstein/FT02)

Washington, Gatra.com - Setelah memecat Andrew McCabe, Trump dikecam oleh lawan politik dan Partai Demokrat. Langkah pemecatan itu dinilai sarat kepentingan politis dan tendensius.


Sewaktu McCabe dipecat oleh Jaksa Agung Jeff Sessions, Jumat (16/3) malam lalu, Presiden Donald Trump mencuitnya dengan istilah 'hari yang baik' via akun Twitternya.

Sikap semacam itupun ditanggapi keras oleh John Brennan, mantan Direktur Central Intelligence Agency (CIA)  di masa pemerintahan Presiden Barrack Obama.

"Saat kerusakan moral, kebejatan, dan politik koruptifmu sudah tidak bisa disembunyikan lagi, maka tepatlah bila dirimu disebut sebagai demagog yang dibuang di tempat sampah sejarah," kata Brennan, seperti dikutip dari Reuters.

Salah satu pimpinan Komite Hubungan Luar Negeri Senat AS dari Partai Demokrat, Senator Ben Cardin juga menyatakan hal yang sama. Dalam siaran yang ditayangkan oleh stasiun televisi MSNBC, Cardin menyebut pemecatan McCabe sangat bernuansa balas dendam.

"Itu juga mencerminkan betapa pemerintahan ini merendahkan martabat FBI sendiri. Departemen Kehakiman atau FBI harusnya independen. Dan kelakuan politik semacam ini tidak bisa diterima," kata Cardin, seperti dikutip dari Reuters.

Andrew McCabe pernah menjadi orang nomor 2 di FBI, ia berada langsung di bawah Direktur FBI, James Comey. McCabe juga menjadi pimpinan tim yang menyelidiki Hillary Clinton dan dugaan intervensi Rusia dalam Pemilihan Presiden AS 2016.

Sebelumnya, waktu mendapat kabar pemecatan, McCabe menyatakan bahwa ia yakin dirinya dikeluarkan karena mendukung mantan Direktur FBI James Comey, yang mengklaim dirinya ditekan oleh Presiden Trump untuk menghentikan penyelidikan kasus dugaan intervensi Rusia di Pilpres AS 2016.



Editor : Cavin R. Manuputty

Cavin Rubenstein M.
18-03-2018 11:44