Main Menu

Survey: Eropa Makin Tinggalkan Identitas Kristiani

Basfin Siregar
23-03-2018 07:09

Survey Universitas St. Mary, Inggris, menunjukkan kaum muda Eropa makin meninggalkan identitas Kristiani dan beralih ke no religion (Gatra.com/The Guardian)

Inggris, Gatra.com -  Kaum muda Eropa kini makin meninggalkan identitas Kristiani. Demikian menurut survey yang dirilis Universitas St. Mary, Inggris, pekan ini.

Dilansir dari The Guardian (21/3), survey tersebut dilakukan di 21 negara Eropa terhadap kaum  muda berusia 16-29 tahun.

Para responden diberi pertanyaan: Anda mengidentifikasikan diri dengan agama apa?

Hasilnya mengejutkan. Banyak kaum muda yang menjawab "tidak dengan agama apa pun" (no religion).

Di Inggris, misalnya, sebanyak 70 persen kaum mudanya menjawab no religion. Cuma 7 persen yang mengidentifikasikan diri dengan gereja Anglican. Sisa 10 persen Katolik, dan 6 persen Islam.

Republik Ceko menempati posisi sebagai negara paling "tidak religius", karena sampai 91 persen kaum mudanya tidak mengidentifikasikan diri dengan agama apa pun.

Negara paling religius adalah Polandia, dengan lebih dari 75 persen kaum mudanya mengidentifikasikan diri dengan Kristiani.

Namun secara umum, dari 21 negara Eropa yang disurvey, separuh lebih makin meninggalkan identitas Kristiani.

Selain Republik Ceko, negara yang sampai 50 persen lebih kaum mudanya menjawab no religion adalah Estonia, Swedia, Belanda, Inggris, Hungaria, Belgia, Prancis, Finlandia, Denmark, Norwegia dan Spanyol.

 

Stephen Bullivant, professor teologi dan sosiologi agama di Universitas St. Mary yang memimpin survey ini, menjelaskan bahwa ini menunjukkan peran agama di Eropa hampir mati,

"Kristiani sebagai default, sebagai norma, kini hilang, mungkin hilang selamanya --atau setidaknya hilang sampai 100 tahun ke depan," katanya.

"Banyak kaum muda Eropa yang cuma dibaptis tapi setelah itu tidak pernah lagi memasuki gereja," kata Bullivant lagi.

Survey ini, yang dipublikasikan dengan judul Europe's Young Adult and Religion, didasarkan pada survey sosial di Eropa pada 2014-2016.

Editor: Basfin Siregar

Basfin Siregar
23-03-2018 07:09