Main Menu

Putin Kecam Serangan Barat Akan Suriah Ganggu Keamanan Internasional

Birny Birdieni
16-04-2018 14:37

Presiden Rusia Vladimir Putin. (REUTERS/Sergei Ilnitsky/FT02)

Artikel Terkait

Moskow, Gatra.com- Sebuah peringatan disampaikan Presiden Rusia Vladimir Putin. Ia mengingatkan kalau serangan Barat akan Suriah bisa berdampak akan kekacauan pada urusan dunia.

Setidaknya itu merupakan hasil percakapan per telepon antara Putin dengan mitranya, Presiden Iran, Hassan Rouhani. Keduanya sepakat kalau serangan Barat itu telah merusak peluang mencapai resolusi politik dalam konflik Suriah dalam tujuh tahun terakhir.

Termasuk juga tentang upaya Amerika Serikat untuk menekan Rusia. Salah satu diantaranya adalah upaya Washingthon menerapkan sanksi ekonomi akan Moskow.

Kepada CBS, Duta Besar AS untuk PBB Nikki Haley mengatakan kalau pemerintahan Presiden Donald Trump akan mengumumkan sanksi baru akan Moskow pada Senin (16/4) waktu setempat. Hukuman secara ekonomi itu akan berurusan pada perusahaan yang berhubungan dengan senjata kimia yang digunakan oleh Presiden Suriah, Bashar a-Assad.

"Valdimir Putin, secara khusus menekankan kalau tindakan melanggar Piagam PBB itu terus dilakukan maka bisa menyebabkan kekacauan dalam hubungan internasional," demikian pernyataan dari perwakilan Kremlin, seperti dikutip dari Reuters Senin (16/4).

Akan rencana hukuman baru Amerika Serikat tersebut, Wakil Kepala Komite Pertahanan di Majelis Tinggi Parlemen Rusia mengatakan kalau Moskow siap menerima pinalti itu. "Mereka keras kepada kami, tetapi kami akan lebih merusak Amerika Serikat dan Eropa," kata Serebrennikov sebagaimana dikutip kantor berita RIA.

Suasana memanas ini merupakan kelanjutan dari serangan sekutu yang terdiri dari Amerika Serikat, Perancis dan Inggris pada Sabtu (14/4) lalu. Negara Barat meluncurkan 105 rudal dengan menargetkan kapada Pentagon.

Dimana lokasi ini mencakup tiga fasilitas senjata kimia Suriah yang berkaitan dengan pembalasan akan dugaan serangan gas beracun di Douma pada 7 April lalu. Moskow mengutuk aksi serangan yang menolak menunggul hasil pertemuan Organisation for the Prohibition of Chemical Weapons (OPCW).

Sebelumnya, Wakil Menteri Negeri Suriah, Faisl Mekada melakukan pertemuan dengan pengawas senjata kimia global OPCW di Damaskus. Pertemuan selama tiga jam itu dihadiri perwira Rusia dan pejabat keamanan senior Suriah.

Adapun di akun Twitternya, Trump mengatakan kalau "Misi Selesai". Meskipun Direktur Staf Gabungan militer AS di Pentagon, Letnan Jenderal Keneth McKenzie mengatakan tidak bisa menjamin kalau serangan kimia tak akan terjadi di Suriah pada masa mendatang.


Editor : Birny Birdieni

Birny Birdieni
16-04-2018 14:37