Main Menu

Korut Berjanji Hentikan Uji Coba Rudal Nuklir

Cavin Rubenstein M.
21-04-2018 08:58

Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un. (KCNA via REUTERS/FT02)

Seoul, Gatra.com - Menjelang pertemuan trilateral dengan Korea Selatan dan Amerika Serikat, Korea Utara (Korut) menunjukkan itikad baiknya. Mereka menyatakan akan menghentikan uji coba rudal nuklir secepatnya serta menutup lokasi uji cobanya. Alasannya adalah demi mengejar pertumbuhan ekonomi dan juga perdamaian di semenanjung Korea.

 

Seperti dilansir oleh kantor berita resmi Korean Central News Agency (KCNA), Sabtu (21/4) pagi waktu setempat, Kim Jong Un selaku pemimpin negara itu mengatakam bahwa mereka tidak perlu lagi menggelar uji coba rudal nuklir atau misil balistik angar benua. Karena mereka merasa sudah mencapai tujuannya, yakni penguasaan terhadap teknologi senjata nuklir.

"Lokasi uji coba nuklir akan ditutup agar terlihat bahwa kita menghentikan kelanjutan uji coba nuklir," demikian diberitakan KCNA setelah Presiden Kim Jong Un membuka sidang pertama Komite Sentral Partai Pekerja, Jumat (20/4) waktu setempat.

Lebih lanjut, Kim menegaskan bahwa pemerintahnya akan fokus membangun kekuatan ekonomi sosialis yang bisa mengembangkan kesejahteraan rakyatnya, dengan cara menggerakkan seluruh sumber daya manusia dan sumber daya alam yang dikandung oleh negara mereka.

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump menyambut baik pernyataan pemimpin Korea Utara tersebut. Trump pun berkata, ia menantikan waktu pertemuannya dengan Kim yang kabarnya akan dilangsungkan pada akhir Mei atau Juni nanti. "Ini adalah kabar baik untuk Korea Utara dan dunia - sebuah kemajuan besar!" demikian disampaikan Trump lewat akun Twitter resminya.

Sedangkan dalam kesempatan terpisah, Korea Selatan merespon tetangganya dengan baik. Seperti dilansir oleh Reuters, Korsel mengatakan bahwa keputusan Korut itu menunjukkan kemajuan yang signifikan menuju denuklirisasi semenanjung Korea. Selain itu, penghentian program senjata nuklir akan menciptakan iklim pertemuan yang kondusif antar negara bertetangga itu yang dijadwalkan akan terjadi pekan depan.

Sejauh ini, Korut selalu menjustifikasi program nuklir dan misil balistik mereka sebagai kebutuhan untuk menciptakan efek gentar terhadap AS yang dikesankan tidak bersahabat. Bahkan tahun lalu, Korut dikabarkan telah menguji ledak bom nuklir terkuat mereka. Meski dibantah, saat itu ditemukan beberapa indikasi telah terjadi ledakan nuklir di kawasan tersebut. Terlihat dari adanya getaran serupa gempa dan paparan radiasi.

Ketegangan antara Korut dan AS sempat mengemuka setelahnya, hingga banyak kalangan memperkirakan akan segera pecah perang di kawasan Korea. Sampai akhirnya pada tahun baru kemarin, Kim Jong Un menyatakan akan mengurangi ketegangan dan meningkatkan hubungan dengan Korea Selatan. Itikad itu dibuktikan dengan mengirim delegasi negaranya ke acara Olimpiade Musim Dingin di Korea Selatan, Februari 2018 kemarin.

 


 

Editor : Cavin R. Manuputty

Cavin Rubenstein M.
21-04-2018 08:58