Main Menu

Anwar Ibrahim Menuju Kebebasan

Rosyid
16-05-2018 11:49

Politikus Malaysia, Anwar Ibrahim. (REUTERS/Stringer/FT02)

Kuala Lumpur, Gatra.com - Anwar Ibrahim direncanakan akan mendapat pengampunan hari ini. Dewan Pengampunan bersidang pada Rabu siang ini dan diharapkan malam nanti, politisi kawakan ini sudah bisa berbicara sebagai orang bebas dalam perayaan yang digelar partainya, Partai Keadilan Rakyat.

Anwar Ibrahim meninggalkan rumah sakit dengan menggunakan jas berwarna gelap. Sedikit terlambat dari jadwal. Sorak-sorai pendukungnya menyambut pria 70 tahun ini. Dia tersenyum lebar. Dia menyentuh dadanya dan kemudian melambaikan tangan pada massa. Dengan kawalan ketat polisi dia masuk dalam mobil dimana istrinya Wan Azizah Wan Ismail sudah menunggu. Istrinya sekarang menjabat sebagai wakil PM Malaysia sekaligus Presiden Partai Keadilan Rakyat (PKR) seperti dilaporkan Bloomberg, Rabu (16/5).

PKR merencanakan perayaan publik nanti malam dan dijadwalan Anwar Ibrahim akan berpidato. Pembesan mantan Wakil Perdana Menteri ini menjadi perayaan bagi partai yang sudah bertahun-tahun berjuang dan mendapat tekanan terus menerus dari penguasa.

Pengampunan dari Raja yang akan diterima Anwar Ibrahim akan membuka jalan baginya untuk kembali berpolitik lebih cepat.  Hukum di Malaysia, terpidana baru bisa berpolitik kembali setelah lima tahun bebas.  Dengan pengampunan, dia bisa langsung mengikuti pemilu sela agar bisa menjadi anggota parlemen. Setelah itu dia akan diangkat menjadi menteri dalam kabinet PM Mahatir Mohamad. Setelah itu baru menerima estafet kekuasaan dari PM berusia 92 tahun itu. Proses itu mungkin memakan waktu satu-dua tahun. 

PM Mahatir juga memastikan akan menjabat dalam rentang waktu itu. "Dalam tahap awal, mungkin satu-dua tahun, saya akan menjabat Perdana Menteri dan memerintah negara ini," katanya lewat video conference kepada peserta acara yang digelar Wall Street Journal di Tokyo, Selasa kemarin.

Anwar Ibrahim pernah menjabat sebagai Wakil PM Mahatir sebelum dipecat 1998. Padahal Anwar Ibrahim saat itu dipandang sebagai politisi muda yang bersinar dan dipercaya sebagai calon penerus Mahatir.  Hubungan yang digambarkan sebagai guru dan mentor itu rusak karena beda cara pandang dalam menangani krisis moneter Asia saat itu.

Setelah dipecat dia diserang dengan tuduhan sodomi dan dipenjara selama lima tahun. Kini dia menjalani penahanan kedua, juga gara-gara tuduhan sodomi.


Editor: Rosyid

Rosyid
16-05-2018 11:49