Main Menu

Israel Bangun Pagar Bawah Laut Pertama di Dunia

Rosyid
28-05-2018 15:09

Menteri Luar Negeri Israel Avigdor Liberman. (REUTERS/James Akena/RT)

Tel Aviv, Gatra.com - Israel mulai membangun pagar penghalang di laut untuk mencegah penyusupan melalui dari Gaza. Pembangunan dimulai dari sisi utara perbatasan Gaza hingga ke laut Mediteranian. Pembangunan ini direncanakan tuntas akhir tahun ini.

Menurut keterangan Kementrian Pertahanan Israel yang dikutip laman Haaretz, pagar itu terdiri dari tiga lapis. Lapis pertama dibawah permukaan air, lapis kedua dibuat dari batu dan lapis ketiga dari kawat berduri. Pagar tambahan akan dipasang mengelilingi pemecah ombak di pantai.

"Ini satu-satunya di dunia, yang secara efektif memblokir kemungkinan penyusupan ke Israel melalui laut. lebih jauh lagi, ini menghapus kemampuan strategis Hamas," kata Menteri Pertahanan Avigdor Liberman, Senin (28/5).

Keputusan untuk menbangun penghalang diputuskan setelah lima orang pasukan katak Hamas berhasil menyusup masuk ke Kibbutz Zikim pada perang Operation Protective Edge tahun 2014. Penyusup bersenjata itu kemudian dibunuh tentara Israel.

Februari lalu, perwira senior Angkatan Laut memperingatkan Hamas sedang membangun kemampuan untuk menyusup lewat laut. Menurutnya, Hamas melihat potensi lewat laut sama seperti melihat potensi lewat terowongan. Dalam perang 2014, Hamas memenfaatkan jaringan terowongan untuk melakukan serangan balik.

Israel juga mengembangkan sistem bernama Aqua Shields sejak 2015. Sistem ini bisa mendeteksi dan memperingatkan Angkatan laut jika ada gerakan bawah laut yang mencurigakan. Sensor-sensor yang membangun sistem ini digelar didasar laut dekat perbatasan Gaza dan perbatasan Lebanon.

April lalu, menurut Jerusalem Post, Israel menggagalkan penyelundupan 30 set peralatan selam profesional ke Gaza. Peralatan itu diduga ditujukan untuk pasukan katak Gaza.

Pembangunan pagar laut itu dilakukan secara simultan dengan pgar bawah tanah yang mengelilingi Gaza. Pembangunan pagar bawah tanah ini untuk mencegah Hamas membangun terowongan bawah tanah ke Israel. Proyek ini diperkirakan menghabiskan USD 833 juta. Pagar itu dibuat dari beton yang dilengkapi dengan sensor-sensor dan ditanam belasan meter kedalam tanah. Bagian atasnya setinggi enam meter dari permukaan tanah.


Editor: Rosyid

Rosyid
28-05-2018 15:09