Main Menu

Cina Sikat Eksportir Sampah Baja

Basfin Siregar
07-06-2018 11:15

Ilustrasi sampah baja. (Shutterstock/FT02)

Cina, Gatra.com--  Silakan bila hendak mengekspor baja, tapi jangan sekali-kali mengekspor sampah baja (steel crap). Demikian pesan yang disampaikan pemerintah Cina kepada para pengusahanya Rabu kemarin (6/6).

Hari itu kalangan pengusaha Cina terkejut. Pasalnya secara tiba-tiba kepolisian Cina melakukan penangkapan besar-besaran terhadap sejumlah ekspotir sampah baja.

Tidak tanggung-tanggung, jumlah yang ditangkap mencapai 245 orang.

Dua perusahaan, satu perusahaan lokal di Cina dan satu perusahaan asal Thailand (kepolisian Cina tidak menyebutkan identitas perusahaan itu) juga digulung.

Dilansir dari Bloomberg, kepolisian Cina menyatakan bahwa para eksportir itu telah melanggar ketentuan bea cukai karena tidak membayar pajak bea keluar sebesar 40%. Karena itu ekspor mereka dikategorikan penyelundupan.

Menurut bea cukai Cina, total nilai sampah baja yang diekspor oleh geng penyelundup itu mencapai US$ 750 juta.

Biasanya sampah baja itu kemudian diolah lagi menjadi baja berkualitas rendah.

Sikap keras pemerintah Cina yang bersikap keras terhadap para eksportir sampah baja ini dinilai oleh para analis bukan semata perkara kebijakan soal pelanggaran pajak bea keluar, melainkan lebih karena ekspor itu mengancam kebijakan ekonomi Cina soal baja.

Selama ini Cina merupakan ekspotir baja terbesar di dunia. Namun Cina tidak 100% mampu memproduksi baja. Salah satu bahan utama pembuatan baja, yaitu bijih besi, justru diimpor, terutama dari Australia

Cina mengimpor sampai 1 miliar metrik ton (mt) bijih besi per tahun untuk kepentingan pembuatan baja.

Sampah baja masih bisa diolah lagi sebagai substitusi bagi bijih besi. Maka itu pemerintah Cina memberlakukan tarif keluar 40% terhadap ekspor steel crap.

Pesan di baliknya jelas: Jangan ekspor sampah baja. Itu harus didaur ulang untuk kebutuhan industri baja dalam negeri agar kita tidak terlalu banyak mengimpor bijih besi.

Diperkirakan, bila sampah baja didaur ulang untuk kepentingan baja berkualitas rendah, maka pemerintah Cina setidaknya bisa menekan impor bijih besi sampai 50 juta metrik ton per tahun.

Angka 50 juta memang masih belum seberapa dibanding jumlah impor biji besi yang totalnya pernah mencapai 1 miliar metrik ton.

Namun dari digulungnya geng ekspotir ini terlihat betapa pemerintah Cina sangat serius berusaha menekan ketergantungan terhadap impor bijih besi.

Pengggulungan geng ekspotir ini juga mengirim pesan tersendiri kepada para pengusaha lokal Cina, yang intinya "pemerintah serius mempertahankan sampah baja untuk tidak diekspor, Anda jangan macam-macam."


Editor: Basfin Siregar

Basfin Siregar
07-06-2018 11:15