Main Menu

Trump dan Kim bertemu, Dennis Rodman Menangis Haru

G.A Guritno
13-06-2018 17:21

Mantan bintang NBA Dennis Rodman (REUTERS/Thomas Peter/yus4)

Singapura, Gatra.com - Mantan bintang NBA Dennis Rodman secara terbuka menangis di televisi dalam sebuah wawancara langsung dari Singapura saat Presiden Donald Trump dan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un bertemu untuk pertama kalinya.

 

Mantan bintang basket NBA dan bintang televisi reality show yang eksentrik itu adalah salah satu dari sedikit orang Barat yang pernah menghabiskan waktu bersama Kim selama beberapa kunjungan ke Pyongyang. Keduanya terikat pertemanan karena sama-sama menyenangi olah raga bola basket. Rodman juga pernah bersama Trump tampil di acara "Celebrity Apprentice".

Dalam sebuah wawancara dengan Chris Cuomo dari CNN, Rodman, mengenakan kacamata hitam dan topi "Make America Great Again", mengatakan dia telah menerima telepon dari Gedung Putih menjelang pertemuan bersejarah Trump dengan Kim.

"Ya, Donald Trump mengulurkan tangan," kata Rodman, memberi tahu Cuomo bahwa dia menerima telepon dari orang yang disebutnya sebagai sekretaris Trump.

"Dia menelepon saya dan berkata, 'Dennis, Donald Trump sangat bangga padamu. Dia berterima kasih banyak.' Dan itu sangat berarti," kata Rodman. Dia menambahkan bahwa dirinya menduga "ada kaitannya dengan situasi Korea Utara ini."

Namun, Gedung Putih tidak segera menanggapi pertanyaan Dennis soal telepon itu.

Rodman dalam wawancara itu secara emosional mengungkapkan saat dia mengingat mantan Presiden Barack Obama yang gagal membawa dengan serius ketika dia kembali dari Pyongyang dengan membawa pesan dari Kim. Hal itu terjadi setelah salah satu dari perjalanannya ke Korut.

Rodman mengatakan Obama "nampak mengusir saya" dan "bahkan tidak memberi saya waktu."

Dia mengharapkan Trump dan Kim mampu membuat kemajuan.

"Kami tidak butuh keajaiban. Kami hanya perlu pintu-pintu dibuka agar kami bisa mulai dengan awal yang segar," katanya, kepada Cuomo, "ini hari yang luar biasa" dan berseru: "Aku sangat bahagia!"

Diminta untuk menggambarkan Kim, Rodman mengatakan pemimpin otokratik itu "seperti anak besar" yang ingin bersenang-senang, tetapi "berusaha melindungi rakyatnya" dan menghormatinya.

"Orang ini ingin berada di seluruh dunia, dia ingin datang ke Amerika, dia ingin menikmati hidupnya, dia ingin rakyatnya menikmati hidup ini," kata Rodman, menambahkan bahwa Kim adalah "bukan lelaki bodoh."

Para pejabat Gedung Putih mengatakan bahwa Rodman tidak akan memainkan peran resmi dalam negosiasi diplomatik. Pekan lalu, Trump mengatakan kepada wartawan bahwa Rodman belum diundang ke puncak pertemuan, tetapi memujinya sebagai "pria baik-baik" dan pemain rebound yang hebat.

Rodman mengatakan kepada wartawan di bandara Changi bahwa dia melakukan perjalanan ke Singapura "untuk melihat apa yang terjadi" dan bahwa dia berharap "semuanya berubah menjadi baik bagi semua orang di dunia."

Ditanya apakah dia akan bertemu Kim di Singapura, dia mengatakan dia pikir pemimpin Korea Utara memiliki "hal-hal yang lebih besar untuk dikhawatirkan," tetapi menambahkan bahwa setiap kali dia bertemu dengan Kim, itu adalah kejutan.

Pada tahun 2014, Trump pernah berkicau dengan jelas tentang kemungkinan bahwa ia dan Rodman suatu hari akan melakukan perjalanan ke Korea Utara bersama-sama.

"Dennis Rodman mabuk atau memakai narkoba (delusional) ketika dia berkata aku ingin pergi ke Korea Utara bersamanya. Senang aku memecatnya di Apprentice!" tulis Trump.

Editor: G.A. Guritno

G.A Guritno
13-06-2018 17:21