Main Menu

Volkswagen Didenda US$ 1,2 Milyar di Jerman Karena Skandal Diesel

G.A Guritno
14-06-2018 10:11

Ilustrasi.(Shutterstock/re1)

Berlin, Gatra.com - Produsen Mobil Volkswagen pada Rabu (13/6) lalu mengatakan bahwa pihaknya didenda 1 miliar euro (US$ 1,18 miliar) oleh otoritas Jerman sehubungan dengan skandal emisi diesel. Dalam sebuah pernyataan, Volkswagen mengatakan akan menerima denda yang dijatuhkan oleh jaksa di kota Braunschweig di Jerman.

 

Jaksa menyimpulkan bahwa Volkswagen gagal mengawasi dengan benar aktivitas departemen pengembangan mesinnya, menghasilkan sekitar 10,7 juta kendaraan diesel dengan perangkat lunak pengendalian emisi ilegal yang dijual di seluruh dunia.

Skandal itu, yang terungkap di Amerika Serikat (AS) pada tahun 2015 lalu, telah merugikan pembuat mobil Jerman senilai US$ 20 miliar akibat denda yang harus diberikan kepada warga sipil di AS.

Volkswagen mengatakan dengan membayar denda di Jerman maka berharap akan memiliki "efek positif pada proses resmi lainnya yang dilakukan di Eropa terhadap Volkswagen" dan anak perusahaannya.

Pada tahun 2015 Volkswagen mengakui adanya penyelewengan pada uji emisi AS dengan melengkapi mobil diesel dengan perangkat lunak yang menyalakan kontrol emisi ketika kendaraan berada di tempat uji, dan mengurangi kontrol selama mengemudi normal.

CEO Volkswagen Martin Winterkorn pada bulan Maret lalu didakwa di AS dengan penipuan dan berkonspirasi untuk melanggar Undang-undang Udara Bersih AS. Dua eksekutif Volkswagen yang ada dibawahnya telah dijatuhi hukuman penjara di Amerika Serikat, sementara lima lainnya telah dituduh tetapi tidak ditahan.

Jaksa Jerman sedang menyelidiki Winterkorn dan 48 lainnya sehubungan dengan skandal emisi itu.

Winterkorn mengundurkan diri beberapa hari setelah pemerintah AS menuduh Volkswagen menghindari standar emisi, mengatakan pada saat itu bahwa dia tidak menyadari kesalahan apapun di pihaknya.

Di Indonesia Volkswagen tidak asing lagi. Pada era 70-an masyarakat pedesaan mengenal merek VW lewat kendaraan dinas para camat di Indonesia. VW Safari atau VW tipe 181 bermesin 1500 dan 1600 cc dikenal tangguh di medan pedesaan karena basisnya adalah kendaraan militer Jerman di perang dunia II, Kubelwagen.

Selain VW Safari masyarakat juga begitu familiar dengan VW Combi dan VW Kodok yang legendaris, sehingga masih banyak pecinta otomotif yang mengkoleksinya. Kini versi terbaru VW Kodok masih diproduksi dan mengaspal di jalanan tanah air.

Selain Kodok, penjualan VW di Indonesia ditopang oleh tiga model, yakni hatchback Polo 1.2 GTTSI, Tiguan (4x4) dan sport hatchback Scirocco. Angka penjualan total setiap tahun berkisar antara 450 sampai 500 unit. Pada 2017 lalu VW mengontribusi penjualan sekitar 0,05% di pasar mobil Indonesia.

Sementara itu secara global, pengiriman VW dari Volkswagen Commercial Vehicles terus mengalami peningkatan. Data April 2018 lalu telah terjadi kenaikan hingga 16,2% atau 46.300 unit kendaraan kepada pelanggan di seluruh dunia.

Pasar di Eropa Barat dan Timur, serta Amerika Selatan, Afrika, dan kawasan Asia-Pasifik semuanya memberikan kontribusi peningkatan signifikan, demikian siaran pers VW, Senin (14/5/2018).

Selain permintaan yang kuat dari konsumen, kembalinya pengiriman model T6 yang tertunda akan berdampak positif, sejauh ini pendaftaran mobil penumpang berkontribusi pada volume pengiriman yang positif.

Secara keseluruhan, pengiriman dalam periode Januari-April dari 161.000 kendaraan sudah mencapai tingkat periode yang sama tahun sebelumnya (161.700; -0,4%) dan akan terus membaik pada Mei.

Editor: G.A. Guritno

G.A Guritno
14-06-2018 10:11