Main Menu

Sidang Umum PBB Sahkan Resolusi Perlindungan Warga Sipil Palestina

Cavin Rubenstein M.
14-06-2018 10:24

Warga Palestina bentrok dengan polisi Israel.(Reuters/re1)

New York, Gatra.com - Rabu (13/6) waktu setempat, Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengesahkan satu resolusi terkait perlindungan terhadap warga sipil Palestina. Resolusi tersebut disahkan lewat voting, dengan 120 suara mendukung, 8 menolak, dan 45 abstain.

Pada intinya, resolusi tersebut berisikan tentang perlunya negara-negara anggota PBB bertindak guna menjamin keselamatan dan kesejahteraan warga sipil dan menjamin perlindungan mereka, serta memastikan pertanggung-jawaban bagi semua pelaku pelanggaran dalam konteks peningkatan konflik yang belakangan ini terjadi antara rakyat Palestina dan Israel.

Teks itu juga mengecam penggunaan kekuatan secara berlebihan, tidak sepadan dan membabi-buta oleh pasukan Israel terhadap warga sipil Palestina, demikian dilansir oleh kantor berita Xinhua, Kamis (14/6) pagi.

Resolusi Sidang Majelis Umum PBB bisa dianggap sebagai ajang menyampaikan keinginan politik kuat masyarakat internasional. Akan tetapi, resolusi ini tidak mengikat secara hukum para anggota, tak seperti resolusi Dewan Keamanan.

Sebelum pemungutan suara, peserta Sidang Majelis Umum memberi suara mengenai perubahan yang disusun AS dengan tujuan mengutuk penguasa Jalur Gaza, HAMAS. Perubahan tersebut meraih mayoritas sederhana tapi gagal mencapai dua-pertiga suara yang diperlukan untuk disahkan. Perubahan itu mengutuk Gerakan Perlawanan Islam (HAMAS) karena "berulangkali menembakkan roket ke dalam wilayah Israel" dan "menghasut kerusuhan di sepanjang pagar perbatasan, sehingga membuat warga sipil terancam".

Duta Besar AS untuk PBB Nikki Haley mengatakan resolusi Sidang Majelis Umum "memihak", dan menganggap HAMAS "sepenuhnya tak bertanggung-jawab" dan menyalahkan Israel untuk semuanya.

Sejak akhir Maret kemarin, terjadi beberapa kali bentrokan antara warga Palestina dengan Polisi dan Tentara Israel. Dimulai dari reaksi atas pemindahan Ibukota Israel ke Yerusalem dan juga protes dalam Pawai Akbar Kepulangan, yang menuntut hak rakyat Palestina untuk pulang ke rumah mereka.

Riyadh Al-Mansour, Pengamat Tetap Palestina untuk PBB, mengatakan sebelum Sidang Majelis Umum bahwa 129 pemrotes Palestina tewas, termasuk 16 anak kecil, dan 13.000 lagi cedera dalam bentrokan dengan pasukan keamanan Israel.


Editor : Cavin R. Manuputty

Cavin Rubenstein M.
14-06-2018 10:24