Main Menu

Cina Bersiap Membalas Tarif Impor AS

Cavin Rubenstein M.
17-06-2018 19:56

Presiden AS Donald Trump.(Shutterstock/Gino Santa Maria/re1)

 

Beijing, Gatra.com - Setelah Presiden AS Donald Trump menetapkan kebijakan tarif impor untuk barang-barang dari Cina, negeri tirai bambu itu pun bersiap membalas. Sekitar 659 komoditas dari AS akan dikenakan bea masuk 25 persen.

Seperti dilansir oleh kantor berita Xinhua, Kementerian Perdagangan Cina akan menetapkan bea masuk untuk barang-barang seperti kacang kedelai, mobil, hingga produk laut. "Kami akan membalas dengan skala dan kekuatan yang sama besarnya," demikian pernyataan kementerian perdagangan Cina, Jumat (15/6) malam, waktu setempat.

Jumlah komoditas AS yang dikenakan bea masuk itu, lebih banyak enam kali lipat bila dibandingkan dengan daftar barang yang sempat dirilis, April 2018 kemarin. Akan tetapi, dari segi nilai, jumlahnya sama dengan yang dikenakan oleh AS terhadap barang Cina, yakni US$50 milyar.

Salah satu komoditas AS yang bernilai besar, namun selamat karena tidak ikut dikenakan bea adalah pesawat terbang komersial. Meski begitu, harga saham Boeing Co., eksportir terbesar AS ke Cina, turun 1,3%. Nasib serupa juga menimpa Caterpillar Inc. Saham produsen alat berat yang punya ekspor cukup besar ke Cina itu juga turun 2% di bursa saham New York, akhir pekan kemarin.

Lingkaran Aksi-Reaksi antar kedua negara itu sepertinya tidak akan segera berhenti. Karena Presiden AS Donald Trump sudah berjanji akan menetapkan tambahan tarif, bila Cina membalas. Padahal sebelumnya, Amerika Serikat sudah melansir daftar 800 lebih komoditas dari Cina yang akan dikenakan bea masuk sebesar 25 persen. Kebijakan itu sendiri akan mulai berlaku 6 Juli mendatang.

Perang dagang terbuka itu adalah buntut dari kegagalan berbagai negosiasi antara Amerika Serikat dengan Cina. Di satu sisi, Amerika Serikat mengeluhkan tentang dugaan pelanggaran hak cipta yang dilakukan oleh industri Cina. Selain itu, AS juga merasa tidak memperoleh akses pasar yang luas di negeri Panda. Dari segi angka, AS menderita defisit perdagangan terhadap Cina sebesar US$375 milyar.

"Tarif ini penting untuk mencegah ketidakadilan transfer teknologi dan hak atas kekayaan intelektual AS, serta melindungi lapangan pekerjaan bagi warga Amerika," kata Trump.


Editor : Cavin R. Manuputty

 

Cavin Rubenstein M.
17-06-2018 19:56