Main Menu

Menlu Indonesia Beri Tiga Masukan di Pertemuan HLAB-M Sekjen PBB

Hidayat Adhiningrat P.
19-06-2018 08:41

Pertemuan High Level Advisory Board on Mediation (HLAB-M) Sekjen PBB, di Helsinki.(Dok. Kemenlu/re1)

Artikel Terkait

Helsinki, GATRA.com- Menteri Luar Negeri (Menlu) RI dan Menlu Finlandia menjadi co-host Pertemuan High Level Advisory Board on Mediation (HLAB-M) Sekjen PBB, di Helsinki 18 Juni 2018. Sekjen PBB dan anggota HLAB-M hadir dalam acara tersebut.

Dalam pernyataan pembukaannya yang terdapat dalam keterangan tertulis yang diterima Gatra.com (19/6), Menlu Retno menyampaikan tiga masukan bagi Sekjen dan HLAB-M terkait mediasi, upaya mencegah konflik dan menciptakan perdamaian.

Masukan yang pertama, terkait pentingnya meningkatkan komunikasi dengan pemimpin masyarakat/pemimpin agama untuk menjaga "value of tolerance".

Dalam kaitan ini, Menlu Retno menyampaikan bahwa baru-baru ini, Indonesia menjadi tuan rumah Pertemuan Trilateral Ulama Indonesia - Afghanistan - Pakistan, di Bogor bulan Mei 2018. Pertemuan Ulama ini menghasilkan komitmen yg positif yg diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi perdamaian di Afghanistan.

Masukan kedua, mengenai pentingnya mengubah "culture of reaction" menjadi "culture of prevention".

Dalam kaitan ini, Menlu Retno menyampaikan dukungan kepada inisiatif Sekjen PBB untuk menjadikan "conflict prevention" sebagai salah satu prioritas PBB.

Kemudian untuk masukan ketiga, Menlu Retno membahas pentingnya menyebarluaskan "habit of dialogue", penghormatan terhadap hukum internasional, kerjasama dengan Organisasi Regional untuk mencegah konflik.

Hal tersebut sejalan dengan prioritas Indonesia sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB, yang masa kerjanya akan dimulai 1 Januari 2019 dan berakhir pada 31 Desember 2020.

Menanggapi apa yang disampaikan oleh Sekjen PBB mengenai peran perempuan dalam perdamaian, Menlu RI menyampaikan pentingnya pemberdayaan perempuan termasuk dalam pemberantasan terorisme. "Peran perempuan dinilai juga sangat penting artinya upaya menciptakan perdamaian," ungkapnya dalam keterangan tertulis yang diterima Gatra.com Selasa (19/6).

Sebagaimana diketahui, HLAB-M dibentuk oleh Sekjen PBB pada 13 September 2018, beranggotan 18 tokoh, baik mantan Presiden, mantan Menlu dan tokoh penting lainnya. Salah satu anggota HLAB-M adalah mantan Menlu RI, Marty Natalegawa.

Tujuan pembentukan HLAB-M adalah memberikan dukungan bagi Sekjen PBB dalam meningkatkan mediasi dalam agenda PBB. Isu mediasi dan conflict prevention bukan merupakan isu baru dalam politik luar negeri Indonesia. Sekjen PBB secara khusus menyampaikan penghargaan terhadap peran aktif Indonesia dalam isu Rakhine State.


Reporter: Hidayat Adhiningrat P

Editor : Birny Birdieni

Hidayat Adhiningrat P.
19-06-2018 08:41