Main Menu

Penasehat Trump: Tidak ada Rencana Membatasi Investasi Cina

Rosyid
26-06-2018 10:45

Penasehat perdagangan Gedung Putih, Peter Navarro. (REUTERS/Jonathan Ernst/FT02)

Washington, Gatra.com - Peter Navarro salah satu penasehat utama Presiden Trump mengatakan pasar bersikap berlebihan menyikapi kabar pembatasan investasi asing Cina terhadap perusahaan Amerika Serikat.

Kepada CNBC, Selasa (26/6) Navarro mengatakan pemerintah tidak menargetkan negara tertentu secara spesifik. Sebelumnya beredar kabar dari The Wall Street Journal bahwa ada kemungkinan pemerintah AS akan mencegah perusahaan yang 25 persen sahamnya dikuasi Cina untuk membeli perusahaan yang memiliki 'teknologi yang penting untuk industri'.

"Tidak ada rencana untuk menerapkan pembatasan investasi terhadap negara tertentu yang mengganggu negara kita. Bukan itu rencananya," kata Navarro.

Isu pembatasan investasi asing itu berdampak negatif terhadap saham-saham di AS. Sahan Dow Jones Industrial Average ditutup turun hampir 300 points.

Menurutnya, pasar menangkap pesan yang salah dari laporan itu. Seharunya-katanya-para investor lebih fokus pada upaya Gedung Putih untuk melindungi ekspor AS dan peningkatan pertumbuhan ekonomi secara umum.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Steven Mnuchin lewat tweet mengluarkana pernyataan yang mengindikasikan bahwa pemerintah tidak hanya membatasi Cina tapi juga negara-negara lain. Pernyataan itu mendorong penurunan indeks saham Dow hingga 500 point. Navarro tampaknya berusaha mengurangi implikasi dari pembatasan itu.

"Satu-satunya yang akan terjadi dalam jangka pendek adalah Jumat mendatang, Menteri Keuangan akan melaporkan pada Presiden hal-hal yang terkait dengan Cina. Itu yang akan terjadi. Terkait dengan negara lain, tidak ada apapun diatas meja," tegasnya.


Editor: Rosyid

Rosyid
26-06-2018 10:45