Main Menu

Perusahaan Semen Prancis Lafarge Dituntut Terkait Kejahatan Kemanusiaan di Suriah

Birny Birdieni
30-06-2018 18:28

Logo Semen Lafarge. (Shutterstock/FT02)

Paris, Gatra.com- Perusahaan semen raksasa asal Prancis, Lafarge dalam penyelidikan formal karena dituduh keterlibatannya dalam kejahatan kemanusiaan dengan membiayai teroris Islami State (ISIS) senilai 13 juta eurodi Suriah, Kamis lalu.

Lafarge diduga membayar nominal itu setelah grup jihadis ISIS menguasai wilayah Jalabiya di Suriah Utara tempat korporasi yang berdiri 1833 tersebut mengoperasikan pabrik semennya. Praktik itu dilakukan pada tahun 2013 dan 2014 untuk menjamin perjalanan aman bagi karyawan dan memasok pabrik yang dilanda perang itu.

Dilansir dari France24 Sabtu (30/6), Pejabat Peradilan Prancis mengatakan kepada AP bahwa korporasi itu sedang dalam penyelidikan sebagai badan hukum yang melanggar embargo dan membahayakan nyawa orang lain.

Tahun lalu tiga pejabat Lafarge didakwa telah menutup mata akan aksi pembayaran perusahaan kepada kelompok jihadis itu. Kepala Eksekutif Lafarge, Bruno Lafont dihukum sejak tahun 2007 hingga 2015.

Penganti Lafont, Eric Olsen yang memimpin setelah Lafarge bergabung dengan Holcim Swiss juga dituduh atas kejahatan yang sama. Lalu mantan Kepala Kelompok Suriah, Christian Herrault juga dituduh membiayai organisasi teroris dan membahayakan nyawa lain.

Hal ini menjadi borok yang muncul sebelum merger Lafarge dan Holcim Swiss yang bisa menjadi pembuat semen terbesar di dunia. Pihak Lafarge Holcim mengatakan akan mengajukan banding akan tuduhan yang dinilai tidak cukup mewakili tanggung jawab perusahaan.

Ketua Dewan LafargeHolcim, Beat Hess menyesalkan hal tersebut. " Kami menyesali dengan apa yang terjadi di Suriah. Setelah mempelajarinya, perusahaan sudah melakukan langkah. Tidak ada individu dibawah perusahaan yang masuk investigasi," ungkapnya.

 


Editor : Birny Birdieni

Birny Birdieni
30-06-2018 18:28