Main Menu

Uni Eropa Gandeng Jepang, China Lawan AS

Rosyid
16-07-2018 09:40

Presiden Dewan Uni Eropa Donald Tusk. (REUTERS/Francois Lenoir/FT02)

Beijing, Gatra.com - Para pejabat tinggi Uni Eropa akan bertemu dengan para pemimpin China dan Jepang minggu ini untuk memperkuat ikatan mengantisipasi kekhawatiran perang dagang global habis-habisan yang dipicu Presiden AS Donald Trump.

Muhibah Presiden Dewan Uni Eropa Donald Tusk dan kepala Komisi Jean-Claude Juncker termasuk penandatanganan kesepakatan perdagangan bebas dengan Jepang. Penandatangan ini dipindahkan dari Brussels pekan lalu karena Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe memprioritaskan penanganan banjir besar yang melanda Jepang dan menewaskan ratusan orang.

Uni Eropa dengan 28 negara dan 500 juta orang adalah pasar tunggal terbesar di dunia. Juru bicara Komisi Eropa, Margaritis Schinas mengatakan perjanjian "penting" dengan Jepang adalah "yang terbesar yang pernah dinegosiasikan oleh Uni Eropa".

"Kesepakatan ini akan menciptakan zona perdagangan terbuka yang mencakup hampir sepertiga dari PDB dunia," tambah Schinas seperti dilaporkan Japan Today, Senin (16/7).

Hari ini di Cina, kedua pemimpin Uni Eropa itu akan bertemu dengan Presiden Xi Jinping dan Perdana Menteri Li Keqiang untuk membahas ketegangan mereka dengan Washington. Uni Eropa dan Cina berada dikubu yang sama. Baru baru ini keduanya mengumumkan tarif baru atas barang-barang AS sebagai pembalasan atas tindakan yang diberlakukan oleh Trump.

Agenda pembicaraan kedua pemimpin itu meliputi soal aturan dagang, kritikan terhadap WTO, perubahan iklim dimana Trump juga menarik diri dari krsepakatan iklim Paris hingga denuklirisasi Semenanjung Korea.

Tetapi Uni Eropa dan Cina harus memuluskan perbedaan yang ada atas praktik-praktik pasar yang membatasi Beijing termasuk "dumping" impor Cina yang murah, terutama baja.

Di Tokyo, pembicaraan akan fokus pada pembentukan front bersama melawan Amerika Serikat terkait kebijakan tarifnya. Kesepakatan UE-Jepang baru-baru ini dipuji sebagai "sinyal kuat bagi dunia" terhadap proteksionisme AS oleh Komisaris Perdagangan UE Cecilia Malmstrom, yang bepergian dengan Juncker dan Tusk ke Asia.


 Editor: Rosyid

 

 

Rosyid
16-07-2018 09:40