Main Menu

Jepang Menghadapi Krisis Pilot

Rosyid
17-07-2018 11:06

Ilustrasi-Maskapai penerbangan komersil di Jepang. (Shutterstock/FT02)

Tokyo, Gatra.com - Dalam beberapa tahun kedepan akan ada gelombang besar pilot yang pensiun. Karena saat ini kebanyakan pilot penerbangan sipil di Jepang sudah berusia diatas 50 tahun. Pada maskapai penerbangan murah, kondisinya lebih mencemaskan karena kebanyakan pilot sudah diatas 60 tahun.

Salah satu sumber untuk mendapatkan pilot adalah Pasukan Beladiri Jepang (PBJ). Karena usia pensiun pilot PBJ dipertengahan 50-an tahun. Mereka dinilai masih bisa bekerja sebagai pilot hingga beberapa tahun kedepan. Pilot penerbangan swast masih bekerja hingga akhir 60-an tahun.

Pada 2017 industri penerbangan Jepang didukung 6389 orang pilot. Dari jumlah itu, sekitar 5,4 persen adalah mantan pilot PBJ. Setiap tahun sedikitnya 8 pilot PBJ masuk ke sektor swasta. Untuk mendorong lebih banyak pilot PBJ bergabung ke maskapai swasta, Kementrian perhubungan Jepang melonggarkan salah satu syarat menjadi pilot.

Di Jepang calon pilot harus menerbangkan pesawat yang akan dikemudikannya nanti paling sedikit 12 kali sebelum memenuhi syarat untuk mengikuti tes ketrampilan terbang. Untuk penerbangan swasta, kesempatan menerbang pesawat penumpang berukuran besar sangat terbatas. Jika kesempatan ada, biayanya mahal. Syarat ini yang menyebabkan banyak pilot Pasukan Bela Diri Jepang gagal menjadi pilot penerbangan sipil.

Solusinya, kementrian perhubungan Jepang membebaskan pilot dari Pasukan Bela Diri Jepang dari tes itu asal sudah menerbangkan pesawat patroli atau tranportasi sedikitinya 12 kali, seperti dilaporkan the Asahi Shimbun, Selasa (17/7).

Saat ini setiap tahun ada 300 pilot baru yang bergabung. Namun masih diperlukan tambahan 80 pilot baru pada 2020 untuk menutup kekurangan, menurut proyeksi kementrian perhubungan.

Pemerintah Jepang juga menaikkan usia pensiun pilot swasta dari 64 menjadi 67 tahun, serta menambah pendaftaran Sekolah Penerbangan Sipil, satu-satunya sekolah pilot yang didukung pemerintah.


Editor: Rosyid

 

Rosyid
17-07-2018 11:06