Main Menu

Tentara Israel Usir Pengungsi Suriah di Dataran Tinggi Golan.

Rosyid
18-07-2018 11:14

Pengungsi Syria di perbatasan Lebanon (REUTERS/Mohamed Azakir/yus4)

Quneitra, Gatra.com - Puluhan pengungsi Syiria bergerak mendekati pagar perbatasan di sepanjang Dataran Tinggi Golan yang diduduki Israel. Pada jarak 200 meter dari pagar, mereka berhenti. Dari balik pagar, tentar Israel menggunakan megafon berteriak mengusir mereka.

"Anda berada di perbatasan Negara Israel. Kembalilah, kami tidak ingin menyakitimu," serdadu itu berteriak dalam bahasa Arab

"Kembalilah sebelum sesuatu yang buruk terjadi. Jika Anda ingin kami membantu, kembalilah," teriaknya. "Ayo cepat jalan!'

Kerumunan, termasuk wanita dan anak-anak, kemudian berjalan kembali dengan perlahan menuju perkemahan. Beberapa berhenti di tengah jalan dan melambai-lambaikan kain putih ke arah perbatasan Israel.

Insiden pada hari Selasa (17/7) terjadi di Quneitra, seperti dilaporkan Al Jazeera. Di kawasan itu pemerintah Suriah berjuang untuk menumpas sisa-sisa pemberontak Negara Islam Irak dan Levant (ISIL, dikenal juga sebagai ISIS).

Kelompok ini bagian dari puluhan ribu warga Suriah yang dalam sebulan terakhir berangsur-angsur tiba ke perbatasan setelah pertempuran baru di sepanjang provinsi selatan Deraa dan Quneitra di negara itu.

PBB memperkirakan bahwa 160.000 warga Suriah telah mengungsi karena serangan pemerintah Suriah dan Rusia untuk merebut kembali wilayah yang dikuasai pemberontak di selatan.

Israel telah memberikan bantuan kemanusiaan kepada pengungsi di kamp-kamp dekat dengan garis pemisahan Israel-Suriah 1974 pada Golan tetapi mengatakan mereka tidak akan diizinkan untuk menyeberang ke wilayah yang dikuasai Israel.

Lama Fakih, wakil direktur divisi Timur Tengah dan Afrika Utara di Human Rights Watch, mengatakan kepada Al Jazeera, Rabu (18/7) baik pemerintah Israel dan Yordania memiliki kewajiban untuk tidak menolak pencari suaka.

"Puluhan ribu orang mengungsi. menghindari dari pemboman besar-besaran. Kebanyakan lari hanya dengan pakaian di punggung mereka," kata Fakih.

"Mereka tinggal di daerah-daerah yang sangat panas tanpa tempat perlindungan memadai, tanpa bantuan kemanusiaan yang cukup dan terlepas dari kondisi kemanusiaan yang ekstrim dan ketidakamanan di daerah itu, baik pemerintah Israel dan Yordania telah bersikeras tidak mengizinkan para pencari suaka ini untuk mencoba mencari perlindungan. melintasi perbatasan, "tambahnya.

Pasukan pemerintah yang didukung Rusia berhasil merebut sebagian besar wilayah di Suriah selatan dalam tiga minggu terakhir. Pasukan Suriah maju ke wilayah strategis penting di dekat perbatasan Yordania dan Israel.

Pertempuran di barat daya menargetkan kantong-kantong pemberontak di perbatasan dengan Dataran Tinggi Golan yang diduduki Israel.


Editor: Rosyid

Rosyid
18-07-2018 11:14