Main Menu

Jepang-Eropa Sepakat Hapus 99 Persen Tarif Bea Masuk

Rosyid
18-07-2018 14:10

Ilustrasi Kerjasama Uni Eropa dan Jepang. (Shutterstock/FT02)

Tokyo, Gatra.com - Jepang dan Uni Eropa sepakat mengadakan perjanjian dagang yang menghapus hampir semua tarif bea masuk perdagangan keduanya. Perjanjian ini mencakup sepertiga ekonomi global dan pasar lebih dari 600 juta orang.

Perjanjian penting yang ditandatangani di Tokyo, Selasa (17/7) ini mempertegaskan posisi Jepang dan Uni Eropa yang bertentangan dengan kebijakan proteksionisme Presiden Trump.


"Uni Eropa dan Jepang menunjukkan tekad kuat untuk memimpin dunia sebagai pembawa bendera perdagangan bebas," kata Abe pada konferensi pers bersama dengan Presiden Dewan Eropa Donald Tusk dan Presiden Komisi Eropa Jean-Claude Juncker seperti dilaporkan Japan Today, Rabu (18/7).

Tusk memuji perjanjian itu sebagai "kesepakatan perdagangan bilateral terbesar yang pernah ada." Dia menambahkan kedua pihak akan memperkuat kerjasama dibidang-bidang lain termasuk pertahanan, perubahan iklim dan pertukaran sumnber daya manusia, dan "mengirim pesan yang jelas" terhadap proteksionisme.

Kesepakatan itu menghilangkan sekitar 99 persen dari tarif barang Jepang yang dijual ke Uni Eropa. Sekitar 94 persen dari tarif ekspor Eropa ke Jepang akan dicabut. Dan akan naik menjadi 99 persen di masa depan. Perbedaannya pada produk-produk seperti beras, yang menikmati perlindungan politik yang kuat dari impor di Jepang.

Langkah-langkah itu masih membutuhkan persetujuan legislatif. Tetapi mampu menurunkan harga untuk anggur Eropa, daging babi, tas tangan dan obat-obatan asal Eropa. Suku cadang mesin Jepang, teh dan ikan juga akan menjadi lebih murah di Eropa. Konsumen Eropa juga akan lebih mudah membeli daging sapi Kobe yang lezat dan melon Yubari yang terkenal.

Uni Eropa mengatakan liberalisasi perdagangan akan membantu meningkatkan ekspor bahan kimia, pakaian, kosmetik, dan bir Eropa ke Jepang. Jepang akan mendapatkan keju yang lebih murah, seperti Parmesan, gouda dan cheddar, serta cokelat dan biskuit.

Anggur dan keju impor dapat merugikan penjualan anggur dan pabrik susu Jepang, tetapi konsumen Jepang secara historis menginginkan produk Eropa semacam itu.

Langkah besar menuju liberalisasi perdagangan telah dibahas sejak 2013. Seremoni penandatanganan ditunda dari rencana semula awal Juli. PM Abe batal pergi ke Brussels dan lebih memilih konsentrasi mengurusi bencana di dalam negeri. Hujan yang lebat menyebabkan banjir dan longsor disejumlah kota yang menyebabkan lebih dari dari 200 orang meninggal. Sebagai gantinya, dua koleganya, Presiden Dewan Eropa Donald Tusk dan Presiden Komisi Eropa Jean-Claude Juncker yang datang berkunjung ke Tokyo.



Editor: Rosyid

Rosyid
18-07-2018 14:10