Main Menu

Dukungan Hanya Dibawa ke Isu Agama Justru Rugikan Palestina

Mukhlison Sri Widodo
18-07-2018 20:18

Staf Khusus Presiden Bidang Keagamaan Internasional Siti Ruhaini Dzuhayatin. (GATRA/ Arif Koes/RT)

Yogyakarta, Gatra.com - Membawa sentimen agama semata dalam perjuangan Palestina justru akan merugikan perjuangan negara yang tengah dijajah Israel tersebut. 

 

Isu agama dalam soal Palestina ini dijadikan komoditas politik nasional.

“Isu Palestina hanya dibawa ke isu agama Islam, bukan isu tentang penjajahan. Isu ini berkembang di era pasca-kebenaran (post-truth) dan justru menyusahkan perjuangan Palestina,” kata Staf Khusus Presiden Bidang Keagamaan Internasional Siti Ruhaini Dzuhayatin di Sleman, Daerah istimewa (DI) Yogyakarta, Selasa (17/7).

Siti mengungkap hal itu saat menjadi pembicara kunci dalam seminar bertema ‘Keberagaman di Era Pasca-Kebenaran dalam Prespektif Agama’ sebagai bagian  konferensi sosiologi agama di Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga.

Siti menjelaskan, konflik Palestina dan Israel tidak sesederhana pertentangan agama Islam dan Yahudi. 

Menurut dia, sejak organisasi perjuangan Palestina PLO pecah, muncul faksi Hamas dan Fatah dengan kepentingan masing-masing. Kedua pihak pun punya beking berbeda.

Gerakan politik Islam transnasional pun melokalisasi isu Palestina ke isu agama. Palestina diidentikkan dengan Islam. 

Isu ini pun berkembang hingga ke Indonesia dan dijadikan kendaraan politik domestik.

Situasi ini tampak saat demo dukungan organisasi masyarakat pada Palestina di Indonesia yang kerap mengatasnamakan umat Islam. 

Lantaran Indonesia identik sebagai negara berpenduduk Islam terbesar di dunia, kondisi ini justru memicu sentimen negatif atas nama agama lain, seperti muncul di Amerika Serikat yang mengatasnamakan umat Kristen.

“Amerika Serikat menangkap ini sebagai populisme Islam. Sementara AS diidentikkan sebagai negara berpenduduk Kristen terbesar di dunia. Akibatnya isu Palestina terfragmentasi dan merugikan perjuangan Palestina,”tutur dia.

Padahal, menurut Siti, waktu bertemu Presiden Palestina Mahmud Abbas, dia meminta agar negara anggota Organisasi Kerjasama Islam(OKI) untuk tidak menggunakan isu Palestina sebagai isu agama dan komoditas politik domestik. 

“Peringatan ini terutama untuk Indonesia dan Malaysia,” kata mantan Ketua Komisi Hak Asasi Manusia OKI ini.

Untuk itu, Siti mengusulkan, jika hendak menunjukkan dukungan pada Palestina, kelompok yang mengatasnamakan Islam hendaknya juga mengajak umat dari agama lain. 

Apalagi mengingat Israel bukan hanya menguasai situs-situs penting agama Islam tapi juga agama Kristen di Palestina.


Reporter : Arif Koes
Editor : Mukhlison

Mukhlison Sri Widodo
18-07-2018 20:18