Main Menu

Data Kesehatan PM Singapura Diretas

Rosyid
21-07-2018 12:48

PM Singapura Lee Hsien Long.(Reuters/re1)

 

Singapura, Gatra.com - Data catatan kesehatan PM Singapura Lee Hsien Long diretas. Data kesehatan pemimpin negeri singa itu termasuk dalam 1,5 juta data kesehatan SingHealth yang mengalami serangan cyber antara 27 Juni - 4 Juli 2018. Selain data PM, data kesehatan sejumlah menteri kabinet juga diretas. Pemerintah Singapura tidak mengungkapkan nama-nama menteri yang bersangkutan.

Upaya peretasan itu terungkap setelah Integrated Health Information System (IHiS) mendeteksi aktifitas yang tidak biasa di database SingHealth pada 4 Juni lalu. Serangkaian pencegahan segera dilakukan seperti dilaporkan the StraitsTimes.com, Jumat (20/7). SingHealth merupakan kelompok institusi layanan kesehatan terbesar di Singapura.

Data yang diakses secara ilegal itu meliputi pasien yang berkunjung 1 Mei 2015 - 4 Juli 2018. Dari 1,5 juta data tersebut ada 160.000 di antaranya mendapatkan perawatan medis tapi tidak menginap di rumah sakit.

SingHealth memiliki empat rumah sakit, lima pusat spesialis nasional serta delapan poliklinik. Adapun dua poliklinik lainnya sempat beroperasi di bawah supervisi SingHealth juga menjadi sasaran. Pemerintah sendiri mengatakan data milik Perdana Menteri Lee "menjadi target secara spesifik dan berulang kali".

Singapura mennyebutkan peretasan ini yang terburuk dalam sejarah. Data-data yang diretas berisi catatan non-medis seperti nama, jenis kelamin, ras serta alamat. Pemerintah mengatakan bahwa data tersebut sudah disalin secara ilegal. Ototirtas Singapura menegaskan tidak ada hasil diagnosis atau tes dari dokter yang bocor.

Kepala Eksekutif Badan Keamanan Siber Singapura, David Koh, mengatakan kepada media bahwa "ini merupakan serangan yang disengaja, ditargetkan dan direncanakan dengan baik". Ia melanjutkan,"Ini bukan hasil kerja peretas atau kelompok kriminal biasa."

Hingga kini pemerintah masih menginvestigasi siapa pelaku di balik peretasan ini.


 

Editor: Rosyid

Rosyid
21-07-2018 12:48