Main Menu

Pengawal Macron Terancam Pidana Karena Serang Demonstran

Cavin Rubenstein M.
21-07-2018 15:15

Cuplikan rekaman video amatir aksi dua staf pribadi Emanuel Macron menyerang demonstran pada aksi May Day di Paris. (REUTERS/FT02)

Paris, Gatra.com - Alexandra Benalla, seorang staf pribadi Presiden Perancis Emmanuel Macron, tertangkap kamera sedang menyerang demonstran sewaktu aksi hari buruh Internasional di Paris, 1 Mei lalu.

 

Video penyerangan tersebut dilansir oleh harian Le Monde, Kamis (19/1) kemarin. Kendati itu bukan kesalahan pribadi Macron, ia tetap terkena getah dari kelakuan stafnya tersebut.

Menurut informasi dari kantor Presiden, Benalla bukan seorang polisi, namun ia sebelumnya pernah bekerja sebagai pengawal pribadi. Pada tanggal 1 Mei itu, ia diberikan ijin untuk mengawasi operasi polisi.

Kantor Macron tidak menyangkal aksi Benalla tersebut. Mereka malah menegaskan bahwa Benalla telah diberi sanksi berupa skorsing dua minggu setelah peristiwa itu diketahui. Selain itu, Benalla juga sudah dimutasi. Sebelumnya ia bertugas untuk mengamankan setiap kunjungan kerja Macron, kini ia ditugaskan di bagian administratif saja.

"Sanksi ini untuk menghukum kelakuan yang tidak bisa diterima itu. Ini juga peringatan terakhir," kata Juru Bicara Presiden, Bruno Roger-Petit, seperti dikutip dari kantor berita AFP.

Bukan sekadar sanksi administratif. Benalla juga kemungkinan besar akan dijerat dengan pidana. Kejaksaan Paris dikabarkan sudah mengeluarkan surat perintah dimulainya penyelidikan atas dugaan pelanggaran tindak pidana kekerasan oleh pejabat publik. Selain itu, Benalla juga diduga melanggar aturan berupa penggunaan atribut polisi secara ilegal. Karena pada saat aksinya terekam kamera itu, Benalla terlihat menggunakan pelindung wajah milik polisi.


 

Editor : Cavin R. Manuputty

Cavin Rubenstein M.
21-07-2018 15:15