Main Menu

Rouhani : Perang dengan Iran, adalah Biang segala Perang

Cavin Rubenstein M.
22-07-2018 19:42

Presiden Iran, Hassan Rouhani (REUTERS/Lisi Niesner/yus4)

Teheran, Gatra.com - Presiden Iran, Hassan Rouhani memberi peringatan keras pada Donald Trump, Presiden Amerika Serikat. Jangan pernah meremehkan Iran.

 

"Mr.Trump, jangan bermain dengan ekor singa. Atau berakhir dengan penyesalan," kata Rouhani di Teheran, seperti dilansir oleh kantor berita IRNA. Bisa dibilang, saat ini Amerika Serikat memang sedang menekan Iran. Setelah Trump memutuskan untuk hengkang dari perjanjian nuklir Iran, AS mulai memberlakukan sanksi ekonomi terhadap Iran maupun negara-negara mitra dagangnya.

"Perdamaian dengan Iran adalah biang dari segala perdamaian. Tapi perang dengan Iran, adalah biang dari segala perang," kata Rouhani lagi. Lebih lanjut, Rouhani menduga bahwa Amerika Serikat sedang berupaya mendestabilitasi keamanan Iran dengan cara mengekang perekonomian mereka dan memantik instabilitas internal di negeri para Mullah tersebut.

Alih-alih gentar, Presiden Iran itu malah menertawakan ancaman AS memblokade ekspor minyak dari Iran. Menurut Rouhani, Iran punya posisi yang dominan di kawasan Teluk dan juga selat Hormuz, yang merupakan jalur perdagangan minyak utama dari Timur Tengah.

"Siapa pun yang mengerti prinsip politik, tidak akan seenaknya bilang 'kami akan menyetop ekspor minyak Iran'. Sepanjang sejarah, kami adalah penjaga keamanan perairan di kawasan ini," kata Rouhani lagi. Awal bulan Juli kemarin, AS sempat mengatakan bahwa mereka akan memaksa seluruh negara untuk berhenti mengimpor minyak dari Iran.

Pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khameini juga mendukung sikap Presiden Iran. Bahwa mereka akan menyetop seluruh ekspor minyak dari kawasan Teluk, bila ekspor Iran ditahan. Iran tidak ragu untuk memblokade selat Hormuz sebagai balasan bila AS bertindak kelewat batas. Menurut perkiraan, ekspor minyak dari Iran tahun ini bisa turun hingga 2/3 bila sanksi AS dijalankan. Selain itu, pasar minyak dunia juga akan mengalami defisit pasokan.


 

Editor : Cavin R. Manuputty

Cavin Rubenstein M.
22-07-2018 19:42