Main Menu

Evakuasi White Helmet Tidak Seperti Direncanakan

Rosyid
23-07-2018 09:14

Konvoi kendaraan yang mengangkut ratusan anggota White Helmets dan keluarganya dari Dataran Tinggi Golan, (22/7). (Israeli Army via REUTERS/FT02)

Amman, Gatra.com - Ratusan anggota White Helmets dan keluarganya di evakuasi dari Suriah ke Yordania dalam semalam. Proses evakuasi kelompok penolong korban perang Suriah itu dibantu Israel, Amerika Serikat dan negara-negara Eropa.

Permintaan evakuasi datang menyusul gerak maju pasukan militer Suriah yang tak terbendung menguasai hampir 90 persen kawasan barat daya negara itu. Kawasan yang berbatasan dengan Yordania dan dataran tinggi Golan yang diduduki Israel menjadi salah wilayah yang berhasil direbut militer yang setia pada Presiden Bashar Assad.

Kelompok yang juga dikenal sebagai Pertahanan Sipil Suriah itu dievakuasi pada Minggu (22/7) menuju Yordania, dimana mereka nantinya akan mendapat suaka politik untuk tinggal di negara-negara Eropa dan Canada.

Menurut Menlu Yordania Ayman Safadi yang dikutip Aljazeera, Senin (23/7), sebanyak 433 orang dievakuasi, bukan 800 orang seperti yang direncanakan semula. Menurut sumber yang dikutip Reuters,  evakuasi yang tidak berjalans sesuai rencana awal ini karena terhambat pos pemeriksaan pemerintah dan gangguan di wilayah yang dikuasi ISIS.

Ketika ratusan orang anggota White Helmets dibantu keluar lewat dataran tinggi Golan,  ada ribuan pengungsi Suriah tertahan di perbatasan Israel. Mereka terjebak didaerah yang lingkungannya sangat keras. Kamp pengungsian yang dibangun diwilayah itu juga kondisinya memprihatinkan. Awal pekan ini, Israel mengusi serombongan pengungsi yang coba mendekat garis perbatasannya.

Militer Suriah, yang didukung serangan-serangan udara Rusia, bergerak ke wilayah Provinsi Quneitra berhasil menekan para pemberontak. Ofensif itu telah memulihkan kendali pemerintah Suriah atas kawasan di bagian baratdaya, wilayah strategis yang berbatasan dengan Yordania dan Israel.

Satu-satunya kawasan yang masih tersisa, dikuasai kelompok yang berafiliasi dengan ISIS. Belum ada kesepakatan apapun dengan mereka. Sementara kesepakatan perdamaian dengan kelompok pemberontak lainnya membuka jalan evakuasi untuk mereka ke kawasan utara Suriah. Menurut Aljazeera, militer Suriah aktif melakukan serangan udara yang tampaknya akan menjadi pukulan final yang akan mendorong keluar semua pemberontak dari kawasan selatan.


Editor: Rosyid

Rosyid
23-07-2018 09:14