Main Menu

Cina Selidiki Perusahaan Vaksin Bermasalah

Rosyid
23-07-2018 14:25

Ilustrasi - Vaksin Rabies. (Shutterstock/FT02)

Beijing, Gatra.com - Pekan lalu pihak otoritas Cina menemukan sebuah perusahaan menyalahi prosedur produksi vaksin rabies untuk manusia. Peristiwa itu langsung menimbulkan kemarahan publik. Bahkan pemerintah Cina menaruh perhatian khusus terhadap skandal ini.

Bagi Pemerintah, kasus ini merupakan pukulan keras bagi upaya negara itu untuk mendorong produksi vaksin dalam negeri. Bagi regulator obat Cina, insiden ini menjadi kemunduran besar dalam upaya membersihkan reputasi industri farmasi terbesar kedua didunia itu.

Media sosial Weibo dipenuhi amarah orang tua yang khawatir anaknya menjadi korban vaksin bermasalah. "Jika negara tidak melindungi warganya, bagaimana kita bisa mencintai negara kita?" tanya seorang pengguna Weibo, sementara yang lain mengeluh, "Melihat berita itu, saya tidak berani disuntik.

Skandal itu meletus seminggu yang lalu. Produsen vaksin Changsheng Biotechnology diketahui melanggar standar dalam membuat vaksin rabies untuk manusia. Regulator memerintahkan untuk menghentikan produksi dan menarik semua vaksin.

Dalam pernyataan yang diposting di website pemerintah, Minggu kemarin, PM Li Keqiang memerintahkan agar skandal ini segara diselidiki dan mendorong tindakan hukum yang tegas kepada pihak yang bertanggungjawab. Dia juga meminta agar publik mendapat informasi sejelasnya.

"Kami akan tegas menindak tindakan ilegal dan kriminal yang membahayakan keselamatan hidup masyarakat, dengan menghukum pelakunya menurut hukum, dan dengan tegas dan keras mengkritik kelalaian tugas dalam pengawasan," katanya seperti dilaporkan Reuters, Senin.

Menurut Badan Makanan dan Obat Cina dari hasil investigasi ditemukan bahwa Changsheng memalsukan catatan produksi dan catatan pemeriksaan produk, dan mengubah parameter proses dan peralatan secara sewenang-wenang, dalam "pelanggaran serius" hukum.

Rupanya ini bukan yang pertama. Data dari bursa saham terungkap tahun 2017 otoritas di Propinsi Jilin sudah menghukum denda perusahaan itu karena menggunakan komponen non standar dalam produksi vaksin difteri, pertusis dan tetanus (DPT).

Vaksin DPT ini -kata pejabat di Jilin pada November 2017- tidak akan mampu memberikan perlindungan terhadapi virus. Viksin ini juga tidak akan membahayakan kesehatan penggunanya. Kasus ini juga melibatkan perusahaan lain yaitu Wuhan Institute of Biological Product, seperti yang dicatat CNBC, Senin (23/7).

Saham Changsheng jatuh batas maksimum 10 persen pada hari Jumat, untuk berdiri di 14,5 yuan ($ 2,14). Perusahaan ini telah kehilangan 40 persen dari nilainya sejak 13 Juli.


Editr: Rosyid

Rosyid
23-07-2018 14:25