Main Menu

Saudi Stop Kirim Minyak, Dampaknya Langsung Terasa

Rosyid
26-07-2018 10:14

Menteri Energi Arab Saudi, Khalid al Falih. (REUTERS/Sergei Karpukhin/FT02)

Riyadh, Gatra.com - Arab Saudi menghentikan sementara semua pengiriman minyak melalui Selat Bab El-Mandeb akibat serangan Houthi terhadap dua tanker yang membawa minyak mentah. Keputusan itu diumumkan Menteri Energi Arab Saudi, Khalid al Falih, Kamis.

Penangguhan akan berlangsung "sampai situasi menjadi lebih jelas dan transit maritim melalui Bab El-Mandeb aman", kata Falih dalam pernyataan resminya seperti dikutip AlJazera, Kamis (26/7).

Menurut Pemerintah Arab Saudi, serangan Houthi menyebabkan kerusakan kecil pada salah satu kapal tanker. Disebutkan, satu kapal tanker diserang di barat pelabuhan Hodeidah, Yaman. Tapi tidak disebutkan nama kapal maupun dampak serangan.

Informasi dari perusahaan migas negara Aramco sedikit lebih gamblang. "Dua Very Large Crude Carriers (VLCC) masing-masing dengan kapasitas dua juta barrel diserang teroris Houthi di Laut Merah. Satu kapal mendapat kerusakan minimal. Tidak ada yang terluka, juga tidak ada laporan tumpahan minyak."

Sebelumnya pada hari Rabu, televisi Al Masirah yang dikelola Houthi melaporkan bahwa pemberontak menargetkan sebuah kapal perang bernama Dammam di lepas pantai barat Yaman. Para pemberontak kemudian mengatakan mereka meluncurkan serangan rudal ke kapal itu.

Dampak Keputusan Saudi

Bob Cavnar, ahli industri minyak, mengatakan kepada Al Jazeera, pengumuman itu telah menambahkan $ 1 ke biaya satu barel minyak di pasar saham. Dia mengatakan keterlambatan pengiriman minyak mentah dari Arab Saudi akan berdampak pada pasokan global dan ekonomi.

"Jelas ini akan berdampak pada pengiriman global. Setiap bahaya untuk pengiriman dan awak akan menyebabkan gangguan besar sampai ancaman itu dinetralisir."

Serangan dan penghentian sementara pengiriman minyak dapat mengundang negara-negara lain ke dalam konflik yang menghancurkan Yaman, kata analis lain.

"Laut Merah adalah jalur pelayaran yang sangat penting. Jika ada gangguan besar kekuatan Eropa, Mesir dan Amerika Serikat semua akan memiliki alasan untuk campur tangan," konsultan energi Ellen R Wald menulis di Forbes.

"Mereka memiliki kepentingan yang signifikan dalam melindungi kebebasan laut melalui lorong. Intervensi internasional terhadap Houthi mungkin persis seperti yang diinginkan Arab Saudi."


Editor: Rosyid

Rosyid
26-07-2018 10:14