Main Menu

Israel Serang Gaza, Tiga Tewas

Rosyid
26-07-2018 11:19

Ledakan terlihat setelah serangan udara Israel di Jalur Gaza. (REUTERS/Ibraheem Abu Mustafa/FT02)

Jalur Gaza, Gatra.com - Sedikitnya tiga orang Palestina tewas dalam serangan udara Israel di sisi timur Jalur Gaza. Serangan Rabu itu juga menyebabkan seorang terluka dan dalam kondisi kritis seperti dikatakan juru bicara Kementerian Kesehatan Gaza, Ashraf al-Qudra.

Ahmed al-Bsous, 28, Ubadah Farawneh, 29 dan Mohamed al-Aareer, 27, meninggal karena luka-luka mereka sesaat setelah tiba di rumah sakit al-Shifa di Gaza.

Lewat Twitter, militer Israel mengatakan mereka menargetkan tujuh posisi Hamas di Jalur Gaza sebagai tanggapan atas "serangan penembakan" yang ditembakkan ke arah tentara di perbatasan.

Belum ada komentar langsung dari Hamas terkait serangan ini.

Serangan ini terjadi beberapa hari setelah gencatan senjata yang ditengahi PBB dan Mesir. Gencatan senjata ini untuk menghentikan gelombang serangan terhadap posisi Hamas yang menyebabkan empat warga Palestina dan satu tentara Israel tewas, Jumat pekan lalu.

Serangan itu tidak bisa dilepaskan dari aksi demo warga Gaza di perbatasan dengan Israel. Aksi demo setiap Jumat itu sudah dimulai sejak 30 Maret lalu. Sejak aksi demo damai bertajuk Great March of Return itu, sedikitnya 130 orang Palestina tewas karena tembakan tentara Israel. Sementara lebih dari 160.000 orang terluka.

Aksi demo ini menuntut hak kembali bagi para pengungsi Palestina dan keturunannya yang diusir paksa dari rumah mereka yang direbut Israel selama perang 1948. Peristiwa yang dikenal sebagai Nakba.

Demonstrasi mingguan ini juga untuk memprotes blokade darat, laut dan udara selama 12 tahun terakhir yang diterapkan Israel dan Mesir. Akibatnya Jalur Gaza menjadi penjara terbuka paling besar didunia. Didalamnya 2 juta orang terperangkap dalam kehidupan yang sulit.

Jalur Gaza hanya satu titik dalam konflik Palestina-Israel. Perundingan damai kedua negara terhenti 2014. Sementara pemukiman Israel terus semakin luas dengan mencaplok tanah-tanah yang sebelumnya milik warga Palestina. Penggusuran rumah dan bangunan warga Palestina terus terjadi hingga saat ini. Tanah-tanah yang direbut paksa itu nantinya menjadi bagian internal dari negara Israel.



Editor: Rosyid

Rosyid
26-07-2018 11:19