Main Menu

Israel Hadang Kapal Pembawa Bantuan Untuk Gaza

Rosyid
30-07-2018 14:47

Patroli tentara Israel (REUTERS/Amir Cohen/yus4)

Ashdod, Gatra.com - Angkatan Laut Israel menghadang sebauah kapal yang bantuan untuk Jalur Gaza. Kapal Awda dengan 23 orang diatasnya kemudian diarahkan ke pelabuhan Ashdod, Israel, Minggu (29/7) tengah hari.

Kapal itu bagian dari armada yang mencoba menembus blokade laut terhadap Gaza yang telah diterapkan sejak 12 tahun lalu oleh Israel dan Mesir. Menurut al Jazeera, Senin (30/7), Awda berangkat dari Palermo, Italia seminggu lalu dan diawaki 23 orang dari 16 negara termasuk dari Israel.

Mereka sudah menduga bakal dicegat, namun tujuan utama dari pelayaran itua adalah "sebagai sarana simbolis untuk menarik perhatian internasional terhadap nasib 1,8 juta orang yang tinggal di Gaza di bawah pengepungan itu." Kapal itu juga membawa peralatan medis senilai USD 15.000.

Penyelenggara pelayaranan, Break The Siege Commitee mengutuk penghadangan itu dan menuntut pemerintah dari ABK kapal yang ditahan segera bertindak.

Militer Israel mengatakan dalam pernyataannya bahwa mereka telah memonitor dan menghadang kapal itu sesuai dengan hukum internasional dan semua bantuan kemanusiaan yang diangkut kapal itu akan dikirim ke Gaza.

Pelayaran yang dilakukan Awda merupakan upaya ke-sekian untuk menembus blokade Israel. Pada 2010 upaya menembus blokade itu menjadi serangan mematikan ketika pasukan khusus Israel menyerang armada Mavi Marmara Turki yang menewaskan 10 orang warga Turki.

Pada tahun 2015 armada yang terdiri dari empat kapal yang menuju Gaza dialihkan ke Ashdod.

Satu-satunya yang berhasil terjadi pada 2008 ketika dua kapal berisi 40 orang berhasil mendarat di Gaza. Saat itu kementrian luar negeri Israel mengatakan telah memberi ijin armada itu untuk mendarat di Gaza.

Awal bulan ini Israel menutup perbatasan Karam Shalom (warga Palestina menyebutnya Karem Abu Salem) jalur utama untuk memasukkan kebutuhan pokok warga Gaza. Menurut Israel penutupan itu sebagai balasan kepada orang Palestina yang membakar lahan Israel. Israel hanya mengijinkan bantuan kemanusian seperti gas untuk memasak, gandum dan terigu. Selain itu, 4000 nelayan yang terdaftar, dilarang melaut lebih dari enam nautical mil. Para nelayan mengatakan area yang diijinkan itu terlalu sempit, bahkan tidak cukup untuk 1000 kapal.

Blokade darat, udara, laut menyebabkan ribuan orang hidup sangat menderita. Hal itu pula yang menyebabkan mereka melakukan protes dalam beberapa pekan terakhir di garis perbatasan dengan Israel. Hal itu pula yang mendorong mereka untuk berlayar melewati batas yang ditetapkan Israel. Untuk pertamakalinya dalam sepuluh tahun terakhir25 orang yang terdiri dari pasien, mahasiswa dan aktifis berlayar hingga 9 nautical mil (16km) sebelum empat kapal perang Israel mengapit dan mengiring kapal itu ke pelabuhan Ashdod.

Rosyid
30-07-2018 14:47