Main Menu

Mata Uang Jatuh, Iran Tangkapi Spekulan Dollar

Rosyid
01-08-2018 12:50

Mata uang rial Iran dan dolar (Reuters/yus4)

Teheran, Gatra.com - Ditengah ancaman sanksi Amerika Serikat, mata uang Iran terus merosot. Rial Iran sudah kehilangan hampir dua pertiga nilainya sejak awal tahun ini. Nilainya kini mencapai titik terendah, 119.000 terhadap Dollar.

Jatuhnya Rial ke titik nadir didorong permitnaan dollar yang tinggi gara-gara keputusan Presiden AS Donald Trump untuk keluar dari perjanjian nuklir Iran dan mendorong diberlakukannya sanksi terhadap negara Persia itu. Rencana itu mendorong permintaan tinggi terhadap dollar. Ditengah kondisi seperti itu, muncul isu bahwa negara-negraa Arab sekutu Amerika Serikat melakukan tekanan maksimum kepada ekonomi Iran. Bahkan rumornya, Uni Emirat Arab membatasi pasokan dollar fisik ke Iran yang mendorong naiknya mata uang ini, demikian dilaporkan Japan today, Rabu (1/8). Namun adapula yang menyebut akar krisis ini adalah ekonomi yang dikelola dengan buruk dan perilaku korup.

Belakangan pihak berwenang tampaknya bersiaga menghadapi kriris. Pekan ini , pihak keamanan mengumumkan 60 orang ditangkap dengan dugaan penipuan dan mencoba merusak sistem perbankan. Penangkapan itu menyusul meningkatnya kemarahan publik terhadap para spekual yang menggunakan koneksi politik untuk mendapatkan dollar dengan harga murah kemudian melemparnya ke pasar gelap untuk mendapatkan keuntungan berlipat.

Menteri Komunikasi Javad Azari Jahromi Juni lalu mengungkap kelompok importer ponsel 'nakal'. Mereka mendapat hak mengimpor ponsel senilai USD 250 juta dengan fasilitas rate dollar murah. Namun menurut menteri, kurang dari sepertiga yang digunakan sebagaimana mestinya. Sisanya disalahgunakan.

Kasus itu menjadi salah satu pendorong untuk merevisi kebijakan pemerintah. Yaitu keputusan untuk menetapkan harga dollar setara dengan 42.000 real. Untuk menegakkan keputusan itu, pemerintah menutup tempat penukaran uang dan melarang menukar dollar diatas rate yang ditetapkan. Hal itu justru memicu ledakan permintaan di pasar gelap.

Juni pemerintah mengumumkan hanya importir barang-barang penting seperti obat yang bisa menggunakan dollar dengan rate rendah, sementara yang lain akan menggunakan harga yang lebih tinggi.


Editor: Rosyid

 

Rosyid
01-08-2018 12:50