Main Menu

Cina Kenakan Tarif LNG Pada AS

Aulia Putri Pandamsari
04-08-2018 23:46

Ilustrasi - Liquid Natural Gas (LNG). (Shutterstock/FT02)

Beijing, Gatra.com- Departemen Keuangan Cina mengumumkan serangan balasan terhadap tarif untuk barang-barang Amerika Serikat senilai US$60 milyar pada Jumat(3/8) malam. Serangkaian tambahan tarii\f tersebut ditujukan pada 5.207 jenis barang impor asal AS. Sedangkan, pengenaan tarif tambahan berkisar dari 5 hingga 25 persen.

 

Keputusan ini diambil menyusul keputusan pemerintah AS yang mengusulkan untuk memberikan tarif sebesar 25 persen dari total barang impor asal Cina yang bernilai US$200 milyar. “Keputusan tersebut rasional. Cina tidak akan terburu-buru bersaing dengan Amerika Serikat,” sebut media nasional Cina seperti dilansir dari laman CNBC, pada Sabtu(4/8).

Dalam serangan balasan ini, Cina untuk pertama kalinya memasukkan LNG dalam daftar tariff yang diusulkan di hari Jumat, di hari yang sama dengan pembeli minyak mentah terbesar AS, Sinopec, menghentikan impor minyak mentah Amerika Serikat.

Dikutip dari Reuters, Amerika Serikat merupakan eksportir bahan bakar terbesar dunia, seperti bensin, solar, dan siap menjadi salah satu eksportir LNG terbesar pada tahun mendatang. Ekspor LNG Amerika Serikat bernilai US$3,3 milyar padatahun 2017.

Sementara itu, Cina merupakan pengimpor minyak mentah terbesar di dunia. "Negeri Tirai Bambu" tersebut juga menjadi importir LNG terbesar kedua di dunia pada tahun 2017 karena membeli lebih banyak gas untuk menghindarkan negara dari batu barakotor demi mengurangi polusi.

"Industri gas AS akan jauh lebih terpukul oleh ini karena Cina hanya mengimpor volume kecil sedangkan pemasok AS melihat Cina sebagai pasar masa depan yang besar," ujar Profesor Studi Energi di Universitas Xiamen Cina, Lin Boqiang Reuters.

Sementara, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Mike Pompeo dalam forum regional yang dihelat di Singapura mengatakan pihaknya masih akan kukuh membela Washington untuk mendapatkan persyaratan dagang yang lebih adil dengan Cina.

"Presiden Trump mewarisi sistem perdagangan yang tidak adil: pekerja dan perusahaan Amerika tidak diperlakukan adil secara timbal balik oleh Cina. Langkah-langkah Presiden Trump adalah untuk memperbaiki situasi ini," kata Pompeo.

 


Reporter: APP

Editor : Birny Birdieni

 

Aulia Putri Pandamsari
04-08-2018 23:46