Main Menu

Bom Drone di Caracas, Upaya Pembunuhan Presiden Maduro Gagal

Birny Birdieni
05-08-2018 10:57

Presiden Venezuela Nicolas Maduro saat berpidato pada acara militer di Caracas, Venezuela, (4/8). (REUTERS/FT02)

Artikel Terkait

Caracas, Gatra.com- Sebuah upaya pembunuhan terhadap Presiden Venezuela Nicolas Maduro berhasil dilakukan ketika dia sedang memberikan pidato pada Sabtu (4/8) waktu setempat. Sebuah drone membawa bahan peledak itu meledak mengguncang dalam sebuah acara militer yang dihadiri Maduro di Caracas, Venezuela.


 

Saat insiden itu, Maduro sedang berbicara tentang ekonomi Venezuela yang juga disiarkan langsung oleh sebuah stasiun televisi. Ketika bon meledak, Maduro dan lainnya yang berada di podium pun tersentak kaget. Siaran tersebut langsung terputus tiba-tiba.

Aksi ini tidak melukai Maduro. Namun ada sebanyak tujuh orang tentara nasional mengalami luka-luka. Maduro menyebut hal tersebut sebagai upaya pembunuhan akan dirinya.

Sebuah grup kecil bernama Gerakan Tentara Nasional dalam T-shirts mengaku bertanggungjawab akan insiden itu. Dalam serial postingnya di media sosial grup itu menyebut berencana menerbangkan dua Stones namun sniper telah menggagalkannya.

"Kami demonstrasikan bahwa mereka rapuh. Kami belum sukses hari ini, tapi ini hanya masalah waktu saja," ungkap Grup yang mengaku didirikan 2014 untuk melawan Grup Resistensi di Venezuela.

Mei lalu, Maduro baru saja memenangkan jabatan enam tahun barunya lagi. Namun saingan utamanya, menolak pemilihan dan menduga ada penyimpangan besar dalam prosesnya. Kepemimpinan Maduro mulai pada tahun 2013 menggantikan Presiden Hugo Chavez yang meninggal

Di bawah kepemimpinan lima tahun Maduro, Venezuela menderita beberapa krisis ekonomi. Beberapa diantaranya adalah mal nutrisi, inflasi yang tinggi serta emigrasi yang masif.

Namun Maduro menuduh pihak yang ada di belakang serangan ini  adalah Presideni Kolombia, Juan Manuel. "Nama Juan Manuel Santos di belakang serangan ini. Penyelidikan awal mengarah ke Bogota," katanya dilansir dari Reuters, Minggu (5/8).

Pihak Kolombia membantah tuduhan itu. Sebab saat insiden itu, Santos sedang mengikuti pembaptisan cucu perempuannya. "Dia tidak memikirkan selain pemerintahannya sendiri," ungkap Sumber dekat Santos.


Editor : Birny Birdieni

Birny Birdieni
05-08-2018 10:57