Main Menu

Israel - Hamas: Kekerasan Berlanjut

Rosyid
09-08-2018 14:56

Anggota Pengamanan Hamas melintas didekat reruntuhan bangunan akibat serangan udara Israel di Jalur Gaza. (REUTERS/Mohammed Salem/FT02)

Jalur Gaza, Gatra.com - Sedikitnya tiga orang Palestina tewas akibat serangan udara Israel di Jalur Gaza. Menurut Kementrian Kesehatan Palestina, korban tewas termasuk seorang ibu hamil dan anaknya yang berusia 18 bulan. Kantor berita Palestina WAFA menyebut angka 12 orang Palestina cidera.


Menurut militer Israel, serangan udara dan artileri Rabu (8/8) itu merespon serangan roket Hamas. Diperkirakan 150 roket diluncurkan Hamas ke pemukiman Israel yang melukai enam warganya. Kamis (8/9) militer Israel memperingatkan Hamas terhadap eskalasi kekerasan lebih lanjut.

"Cara segala sesuatunya terus berjalan signifikan. Hamas akan memahami dalam beberapa jam mendatang, seperti dalam beberapa bulan terakhir, bahwa ini bukan arah yang ingin dipilih," kata seorang pejabat militer senior seperti dikutip di akun Twitter militer oleh Al Jazeera, Kamis (9/8).

media Israel mengatakan para pejabat mempertimbangkan untuk mengevakuasi warga dari daerah dekat perbatasan Gaza.

Militer Hamas menyatakan bertanggungjawab terhadap serangan itu. Dikatakan bahwa "perlawanan" Palestina telah menembakkan sejumlah besar proyektil pada "posisi musuh di Gaza".

Serangan Hamas dilakukan dua hari paska kematian dua anggotanya yang ditembak Israel, Ahmed Murjan dan Abdel-Hafez al-Silawi, keduanya berusia 23 tahun. Serangan pada hari Selasa itu langsung menyulut amarah Hamas yang mengancam Israel akan ada adanya pembalasan.

Militer Israel tampaknya membenarkan adanya insiden itu. Alasannya ada tembakan terhadap prajuritnya dari pos Hamas di kawasan utara Jalur Gaza yang berbatasan dengan Israel.

Menurut sumber di Palestina, serangan Israel dilakukan dengan drone. Israel mengatakan serangan dilakukan dengan tembakan tank.

Lebih dari 160 warga Palestina tewas ditembak Israel sejak protes Bulan Maret Agung diluncurkan pada akhir Maret. Satu tentara Israel ditembak mati oleh seorang penembak jitu Palestina. Setidaknya 16.000 warga Palestina telah terluka, menurut pejabat kesehatan di Gaza.

Protes Bulan Maret Agung meminta agar warga Palestina dapat kembali ke tanah leluhur mereka direbut atau diusir dari dalam perang 1948 yang membentuk negara Israel.

Pasukan Israel telah meluncurkan tiga serangan militer di Jalur Gaza sejak 2008.

 

Editor: Rosyid

 

Rosyid
09-08-2018 14:56