Main Menu

Gula Hasil Tebu Transgenik Pertama dari Brazil Dinyatakan Aman

Flora Librayanti BR K
11-08-2018 12:06

Ilustrasi gula (REUTERS/Amit Dave/yus4)

Sao Paulo, Gatra.com - Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (Food and Drug Administration, FDA) baru-baru ini menyatakan, gula dan gula rafinasi yang terbuat dari varietas tebu transgenik (genetically-modified) asal Brazil yang pertama, disebut CTC20BT, tergolong aman. FDA berfokus pada pengujian keamanan gula tersebut karena banyak produk turunan tebu diimpor ke AS dari Brazil. Selain pemurnian gula, industri tebu di Brazil memakai produk turunan tebu di dalam negeri untuk menghasilkan bahan bakar etanol bagi kendaraan dan membakarnya guna menghasilkan listrik.

 

Dalam rilis resmi yang diterima Gatra.com, disebutkan bahwa Centro de Tecnologia Canavieira (CTC) mengirimkan informasi dan kajian ke FDA yang menunjukkan gula dari tebu yang terlindungi serangga sama amannya dengan gula dari tebu biasa. Tebu yang terlindungi dari serangga ini dikembangkan oleh CTC, perusahaan yang menggarap peningkatan mutu varietas dan teknologi tebu di Brazil. Data tersebut juga mengungkap, gula hasil pemurnian yang tinggi secara komposisi identik dengan gula dari varietas tebu yang biasa ditemui.

Izin FDA ini dikeluarkan setelah izin serupa datang dari Health Canada pada awal tahun ini. Tebu tersebut pertama kali memperoleh izin untuk dibudidayakan di Brazil dari CTNBio –National Biosafety Technical Committee Brazil, pada 2017 setelah melalui kajian terperinci.

Varietas baru yang dikembangkan CTC, menghasilkan protein Cry1Ab Bt untuk menghadirkan daya tahan terhadap penyakit tebu (Diatraea saccharalis), hama perusak utama di Brazil yang mendatangkan kerusakan dan kerugian sekitar US$1 miliar/tahun. Protein Bt yang ditemukan di CTC20BT, telah lama dikenal sebagai pangan yang aman dikonsumsi serta telah banyak digunakan di sektor pertanian dunia selama lebih dari 20 tahun dalam tanaman yang dihasilkan bioteknologi, seperti jagung dan kapas.


 

Editor : Flora L.Y. Barus

 

Flora Librayanti BR K
11-08-2018 12:06