Main Menu

Krisis Turki Mulai Menular

Rosyid
13-08-2018 10:34

Ilustrasi - Mata uang Lira Turki. (Shutterstock/FT02)

Ankara, Gatra.com - Krisis Turki semakin memanas dan investor semakin khawatir krisis ini akan menular ke negara-negara Eropa.

Nilai mata uang Lira kembali jatuh pada pembukaan perdagangan Senin (13/8). Dibandingkan penuutupan Jumat pekan lalu, harga Lira turun 9 persen menjadi 6,99 Lira per USD. Sebelumnya, Lira sempat jatuh ketitik terendah sepanjang masa yaitu 7,24 Lira per USD. Kondisi lebih buruk berhasil diatasi setelah Bank Sentral negara itu mengumumkan pembatasan transaksi swap, Minggu Malam.

Harga-harga saham di Asia juga anjlok. Nikkei di Jepang kehilangan 1,2%, Hong Kong turun 1,2% dan bursa Taiwan turun 2%.

Euro turun hingga ke titik terendah dalam setahun terakhir. Pelemahan Lira mendorong investor mencari safe havens seperti USD, Yen dan Franc Swiss. Vix Volatility Index yang juga dikenal sebagai indeks ketakutan meningkat 16 persen menjadi 13,6 pada Senin, seperti dilaporkan The Guardian.

Keputusan pengadilan Turki memperpanjang penahanan Andrew Brunson, seorang pastor Amerika yang dituduh melakukan spionase bagi militan Kurdi dan gerakan Gulen -kelompok yang dituduh mendalangi kudeta 2016-, ditanggapi Donald Trump dengan menggandakan tarif bea masuk AS pada baja buatan Turki.

Sepanjanga tahun ini Lira sudah jatuh hingga 40 persen. Dipicu kekhawatiran dampak dari semakin berkuasannya Erdogan mengontrol ekonomi dan memburuknya hubungan dengan Amerika Serikat, terutama terkait perang di Suriah.

Minggu kemarin, Presiden Erdogan menuduh negara-negara asing mengobarkan perang terhadap Turki. Dia menegaskan pemerintahnya akan merespon dengan langkah-langkah perdagangan untuk mengurangi ketergantungan pada dollar dan pasar AS.

Menkeu Turki, Berat Albayrak yang juga menantu laki-laki Erdogan mengatakan pada koran Huriyet dia memiliki rencana aksi yang siap menghadapi krisis.

"Mulai Senin pagi dan seterusnya, institusi kami akan mengambil langkah-langkah yang diperlukan dan akan berbagi pengumuman dengan pasar," kata Albayrak, tanpa memberikan rincian tentang apa langkah-langkahnya.


Editor: Rosyid

Rosyid
13-08-2018 10:34